Salah satu santri, Khairunnisa, yang telah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD dr. Soedjati Purwodadi, mengaku kondisinya kini berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang. Siswi SMK Miftahul Huda tersebut sebelumnya mengalami pusing, mual, dan muntah beberapa jam setelah menyantap nasi kuning dengan abon dan telur yang sudah dalam kondisi berair.
“Kemarin makan nasi kuning, telur dan abon. Rasa mual dan kemudian muntah terasa malam harinya,”ucap Khairunisa.
Menteri HAM juga meminta Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Sami Kaya Food. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pembenahan fasilitas serta perbaikan seluruh kesalahan fatal yang menyebabkan makanan tidak higienis dan membahayakan kesehatan konsumen.
“Nanti kalau SPPG sudah beroperasi lagi, makanan harus diperiksa dulu dan dipastikan higienis, pungkasnya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 105 siswa dan santri masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kecamatan Gubug, Kedungjati, dan Purwodadi. Dari jumlah tersebut, 13 santri yang dirawat di RSUD dr. Soedjati telah diperbolehkan pulang, sementara satu santri lainnya masih menjalani perawatan hingga kondisinya benar-benar stabil.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
