GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Kasus dugaan keracunan akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus meluas. Sejumlah santri yang mengalami mual, mulas, dan muntah secara mendadak kembali harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pada Sabtu malam, beberapa santri putra Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, kembali dievakuasi ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, Gubug. Para santri dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Gubug yang telah disiagakan sejak Sabtu siang. Saat dievakuasi, kondisi santri terlihat lemah dan membutuhkan perawatan lanjutan.
Sementara itu, jumlah korban dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug terus bertambah dan menyasar sejumlah sekolah dasar. Di SD Negeri 1 Trisari, sebanyak 24 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan.
SD Negeri 2 Trisari mencatat 30 siswa dan 3 guru terdampak. Di SD Negeri 1 Glapan, terdapat 13 siswa dan 1 guru yang mengalami keluhan serupa.
Selain itu, SD Negeri 1 Penadaran mencatat 57 siswa, 3 guru, dan 3 wali murid mengalami dugaan keracunan. Sementara di SD Negeri 3 Penadaran, sebanyak 40 siswa dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah.
Korban terbanyak berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda. Sekitar 1.200 santri tingkat SMP dan SMK di pondok pesantren tersebut diketahui mengonsumsi menu MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jatmiko, menjelaskan bahwa peristiwa dugaan keracunan ini terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan dan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Dugaan sementara, keracunan disebabkan oleh konsumsi makanan MBG yang dibagikan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Gubug.
Dinas Kesehatan Grobogan telah melakukan penelusuran ke seluruh sekolah yang terdampak. Sejumlah sampel makanan, seperti nasi kuning, abon ikan, dan telur goreng, telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
