Mayat Wanita Terbakar di Demak Teridentifikasi, Keluarga Grobogan Minta Pelaku Dihukum Berat
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id– Misteri identitas wanita yang ditemukan tewas terbakar di sebuah pos ronda di wilayah Demak, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sri Lestari, warga Dusun Jerukan, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
Identitas korban dipastikan setelah polisi melakukan pencocokan DNA dengan pihak keluarga. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan genetik antara korban dengan keluarganya.
Adik kandung korban, Sanuri, bersama anak semata wayang Sri Lestari dan perangkat Desa Monggot, Kecamatan Geyer, langsung mendatangi RSUD Sultan Fatah Demak untuk memastikan identitas sekaligus mengambil jenazah korban.
“ Dapat kabar dari polisi Demak yang ngabari kalua identitas mayat yang dibakar itu kakak saya, dan saya Bersama keponakan yang juga anak kandung kakak saya beserta perangkat desa berangkat kesana rabu malam untuk tes DNA, karena saya masih ragu,” ujar Sanuri.
Sanuri mengaku sempat tidak yakin saat melihat kondisi jenazah kakaknya di kamar mayat. Namun, setelah hasil tes DNA menunjukkan kecocokan, keluarga akhirnya menerima kenyataan bahwa wanita yang ditemukan tewas tersebut merupakan Sri Lestari.
“ Hari ini (Kamis 03/09) saya dikabari pak carik kalua tes DNA sudah keluar dan ada kecocokan dengan anaknya, jadi saya didampingi pak carik hari ini juga berangkat ke Polres Demak untuk mengambil jenazah kakak saya,” tandasnya.
Sri Lestari diketahui bekerja sebagai pemilik warung makan di wilayah Semarang. Selama bekerja, korban jarang pulang ke kampung halaman dan lebih banyak berkomunikasi dengan anak serta keluarganya melalui WhatsApp.
“Kakak saya sudah lama bekerja berjualan di warung di semarang sana dan jarang pulang. Tapi saya dan anaknya selalu berkomunikasi lewat whatsap,” jelas Sanuri.
Kontak dengan korban dan anaknya terputus sejak malam sebelum Sri Lestari ditemukan tewas. Meski jarang pulang, korban diketahui rutin mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan sehari-hari anaknya setiap bulan.
“Mbak Sri jarang pulang tapi setiap bulan selalu kirim uang untuk biaya hidup dan Pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya.
Editor : Tata Rahmanta