get app
inews
Aa Text
Read Next : Misteri Mayat dalam Bagasi di Grobogan Terungkap, Korban Ternyata Pemilik Konter HP Ambarawa

Mayat Wanita Terbakar di Demak Teridentifikasi, Keluarga Grobogan Minta Pelaku Dihukum Berat

Kamis, 03 September 2026 | 14:29 WIB
header img
Suasana Rumah Korban, Warga dan Keluarga Mempersiapkan Penyambutan Kedatangan Jenazah. Foto: iNews

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id– Misteri identitas wanita yang ditemukan tewas terbakar di sebuah pos ronda di wilayah Demak, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sri Lestari, warga Dusun Jerukan, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

Identitas korban dipastikan setelah polisi melakukan pencocokan DNA dengan pihak keluarga. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan genetik antara korban dengan keluarganya.

Adik kandung korban, Sanuri, bersama anak semata wayang Sri Lestari dan perangkat Desa Monggot, Kecamatan Geyer, langsung mendatangi RSUD Sultan Fatah Demak untuk memastikan identitas sekaligus mengambil jenazah korban.

“ Dapat kabar dari polisi Demak yang ngabari kalua identitas mayat yang dibakar itu kakak saya, dan saya Bersama keponakan yang juga anak kandung kakak saya beserta perangkat desa berangkat kesana rabu malam untuk tes DNA, karena saya masih ragu,” ujar Sanuri.

Sanuri mengaku sempat tidak yakin saat melihat kondisi jenazah kakaknya di kamar mayat. Namun, setelah hasil tes DNA menunjukkan kecocokan, keluarga akhirnya menerima kenyataan bahwa wanita yang ditemukan tewas tersebut merupakan Sri Lestari.

“ Hari ini (Kamis 03/09) saya dikabari pak carik kalua tes DNA sudah keluar dan ada kecocokan dengan anaknya, jadi saya didampingi pak carik hari ini juga berangkat ke Polres Demak untuk mengambil jenazah kakak saya,” tandasnya.

Sri Lestari diketahui bekerja sebagai pemilik warung makan di wilayah Semarang. Selama bekerja, korban jarang pulang ke kampung halaman dan lebih banyak berkomunikasi dengan anak serta keluarganya melalui WhatsApp.

“Kakak saya sudah lama bekerja berjualan di warung di semarang sana dan jarang pulang. Tapi saya dan anaknya selalu berkomunikasi lewat whatsap,” jelas Sanuri.

Kontak dengan korban dan anaknya terputus sejak malam sebelum Sri Lestari ditemukan tewas. Meski jarang pulang, korban diketahui rutin mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan sehari-hari anaknya setiap bulan.

“Mbak Sri jarang pulang tapi setiap bulan selalu kirim uang untuk biaya hidup dan Pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya.

Menurut Sanuri, Sri Lestari yang berstatus janda pernah menjalin hubungan dengan seorang pria pada 2020. Pria tersebut beberapa kali datang ke rumah korban di Grobogan dan kini diketahui menjadi pelaku pembunuhan.

Keluarga mengaku sempat tidak menyukai hubungan tersebut. Namun, mereka memilih tidak mencampuri kehidupan pribadi Sri Lestari karena menganggap keputusan menjalin hubungan merupakan hak korban.

“ Memang pernah datang kerumah si pelakunya, tapi gimana lagi itu hak kakak saya dan saya atau anaknya tidak bisa menghalangi. Sebenarnya kita tidak suka dengan prilaku dan sikapnya selama datang kesini, intinya keluarga tidak ada yang suka,” pungkasnya.

Polisi saat ini telah mengamankan pelaku dan masih mendalami motif pembunuhan. Korban ditemukan tewas pada Selasa pagi di sebuah pos ronda di wilayah Demak dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar.

Selain luka bakar di sekujur tubuh, polisi juga menemukan luka akibat benturan benda keras di bagian kepala korban.

Jenazah Sri Lestari masih berada di kamar mayat RSUD Sultan Fatah Demak untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara keluarga korban juga telah menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.

Keluarga berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut