get app
inews
Aa Text
Read Next : Eksekutor Pembunuhan di Sedayu Bantul Ditangkap, Polisi Dalami Kasus

Pemuda Ngamuk di Grobogan, Bacok 8 Warga: 1 Tewas, 5 Luka Serius

Senin, 30 Maret 2026 | 15:22 WIB
header img
Korban Pembacokan Dimakamkan. 5 lainnya Masih Dirawat di RSUD. Foto:iNews

GROBOGAN,iNewesBoyolali.id – Seorang pemuda di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengamuk dan membacok sejumlah warga secara membabi buta pada Minggu sore. Dalam peristiwa ini, delapan orang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Aksi brutal pelaku yang diketahui bernama Priyanto terjadi di Desa Sengon Wetan, Kecamatan Kradenan. Pelaku menyerang warga yang berada di sekitarnya dengan menggunakan parang, bahkan mendobrak pintu rumah dan mengejar penghuni di dalamnya.

Salah satu lokasi kejadian adalah rumah milik Mbah Abu (71). Saat kejadian, korban bersama anggota keluarganya berusaha menyelamatkan diri ke dalam rumah. Namun pelaku menendang pintu hingga terbuka, lalu masuk dan mengayunkan parang ke arah penghuni. Teriakan minta tolong pun terdengar saat para korban berlarian dalam kondisi terluka akibat sabetan senjata tajam.

Ayah pelaku, Suroto, sempat berusaha menghentikan aksi anaknya dengan menghadang menggunakan bilah bambu. Ia bahkan mencoba merangkul pelaku yang sedang kalap. Namun upaya tersebut justru membuatnya menjadi korban, dengan luka bacok di bagian punggung, pundak, dan tubuh lainnya.

Warga lain, Sumijan, mengaku sempat mendekati sumber keributan, namun langsung melarikan diri setelah pelaku berusaha menyerangnya. Pelaku disebut semakin brutal dan menyerang siapa saja yang ditemuinya di jalan. Bahkan, sebuah sepeda motor milik warga sempat ditinggalkan pemiliknya karena panik, lalu dibawa pelaku sejauh sekitar 100 meter sebelum akhirnya ditinggalkan.

“Waktu saya duduk ngopi di teras denger suara banter saya kira sapu ngamuk. Lalu saya deketin ternyata si Pri ngamuk bawa parang. Saya lihat mbah Abu dan anaknya lari sambil berteriak histeris ketakutan. Dan dibacok di kepala,” jelas Mbah Sumijan.

Aksi pelaku berlanjut hingga menyerang dua warga lanjut usia yang sedang berada di teras rumah. Beruntung, keduanya hanya mengalami luka ringan karena posisi parang terbalik saat mengenai tubuh korban.

“Pelaku kemudian lari ke barat dan mengejar warga lainnya. Mereka ketakutan dan lari. Tapi untuk 2 warga tidak apa- apa karena di bacok dengan parang di bagian tumpul. Saya juga ikut dikejar waktu itu, tambahnya.

Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh empat warga yang mengepung dan menjatuhkannya. Setelah diikat, pelaku langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

“ Ayah pelaku yang nengalami luka karena menahan tubuh anaknya sambil dibacoki anaknya. ada 4 warga yang berusaha melumpuhkan pelaku dan pelaku akhirnya jatuh dan diikat dengan tali,” pungkasnya.

Akibat kejadian tersebut, enam korban mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan leher, sehingga harus dirujuk ke RSUD dr. Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan penanganan intensif. Satu korban, yakni Mbah Abu, meninggal dunia setelah beberapa jam menjalani perawatan. Sementara dua korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

Kapolsek Kradenan, AKP Edi Sutarjo, mengatakan pelaku saat ini telah diamankan dan akan menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD dr. Soedjati. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan yang kerap kambuh.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut