get app
inews
Aa Text
Read Next : Merti Desa Penggung Boyolali, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga 176 Tahun

Terjatuh dan Terjepit, Emak-Emak Ini Tetap Semangat Dekap Bancakan demi Rebut Berkah Sedekah Bumi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:40 WIB
header img
Seorang Emak-Emak Nekat Bertahan dan Mendekap Sayur dan Makanan Meski Harus Terjatuh Demi Dapatkan Berkah Sedekah Bumi. (Foto: iNews).

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id-Ratusan warga saling dorong dan berdesakan saat berebut hasil bumi dalam tradisi sedekah bumi di Desa Ngaringan, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan seorang emak-emak lanjut usia rela terjatuh, terjepit hingga terinjak demi mempertahankan hasil bumi yang berhasil ia dapatkan.

Tradisi tahunan yang digelar di kawasan Sendang Ngaringan itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Sebanyak 17 gunungan dan tumpengan berisi sayur mayur serta hasil pertanian ludes diperebutkan warga hanya dalam waktu kurang dari lima menit.

Dalam rekaman video warga, terlihat seorang emak-emak mendekap erat hasil bumi yang telah ia peroleh sambil terjatuh di tengah kerumunan. Meski terjepit dan terinjak warga lain, ia tetap berusaha mempertahankan buruannya agar tidak direbut kembali.

Suasana semakin meriah ketika sebagian warga yang sudah tidak sabar mulai berteriak sebelum doa bersama selesai dipimpin tokoh agama setempat. Teriakan itu memancing warga lain untuk langsung menyerbu gunungan dan saling berebut isi tumpengan.


Ratusan warga desa Ngaringan berebut gunungan dan tumpengan dalam tradisi sedekah bumi. (Foto: iNews).

Meski berlangsung ricuh, warga mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut. Mereka percaya hasil bumi yang diperoleh membawa berkah bagi keluarga maupun pertanian mereka.

Ida Setya, salah seorang warga Ngaringan, mengaku selalu mengikuti tradisi sedekah bumi setiap tahun. Sayur mayur yang didapat nantinya akan dimasak untuk keluarga dan sebagian diberikan kepada ternak.

“Setiap tahun selalu ikut tradisi ini, dan semoga sayuran dan lainnya ini bisa membawa berkah kesehatan untuk keluarga dan tanaman jadi subur,” ungkap Ida Setya.

Hal senada disampaikan Muhammad Rifai. Ia berharap hasil bumi yang diperoleh dapat membawa keberkahan, kesehatan keluarga, serta kesuburan tanaman miliknya.

“ Nanti sebagian sayuran ini kita kasihan ke ternak biar ternak selalu sehat dan bisa berkembang biak dengan baik dan sebagian lagi kita masak buat keluarga,”ucap Muhammad Rifai.

Kepala Desa Ngaringan, Ahmad Mukhtar, menjelaskan tradisi sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan sumber mata air Sendang Ngaringan yang tidak pernah mengering meski musim kemarau panjang melanda.

“ Semoga dengan sedekah bumi ini, desa menjadi aman tenteram dan seluruh tanaman petani menjadi lebih subur lagi san hasil penanen selalu baik. Ini sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah, kata Ahmad Mukhtar.

Menurutnya, sendang tersebut selama ini menjadi sumber air utama warga untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian.

“ Alhamdulillah air sendang di desa kita selalu ada meski kemarau berkepanjangan dan sedikit mengusut. Namun demikian sumber mata air ini masih bisa dimanfaatkan warga, jadi tidak terdampak bagi warga saat kemarau panjang,” tambahnya.

Tradisi sedekah bumi di Desa Ngaringan rutin digelar setiap tahun sebagai upaya melestarikan budaya leluhur agar tidak punah. Dalam tradisi itu, setiap keluarga diwajibkan membawa bungkusan makanan untuk dikumpulkan di lokasi sendang dan kemudian diperebutkan bersama-sama.

Sebelum prosesi perebutan dimulai, belasan gunungan dan tumpengan lebih dulu diarak dari Balai Desa Ngaringan menuju lokasi sendang. Arak-arakan dilakukan oleh perwakilan masing-masing RT dengan mengenakan pakaian adat Jawa, sehingga menambah semarak tradisi budaya tersebut.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut