get app
inews
Aa Text
Read Next : FT UNS Luncurkan Kelas Internasional Prodi Teknik Sipil dan Teknik Kimia

Potret Pergeseran Nilai Sosial, UNS Selesaikan Survei WVS ke-8 di 18 Provinsi

Senin, 18 Mei 2026 | 21:47 WIB
header img
Ketua Tim Peneliti Fakultas Psikologi UNS, Dr. Phil. Ayu Okvitawanli didampingi anggota tim peneliti, Dr. Moh. Abdul Hakim, S.Psi., M.A saat memberikan keterangan pers, Senin (18/5/2026). (Foto: Istimewa).

SOLO, iNewsBoyolali.id - Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil menuntaskan pengambilan data World Values Survey (WVS) Gelombang ke-8 di Indonesia. Survei berlangsung selama lima bulan penuh, dari Agustus hingga Desember 2025. 

Capaian ini enempatkan UNS sebagai institusi akademik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dipercaya mengemban amanah sebagai Principle Investigator resmi oleh WVS Association, lembaga internasional yang berkedudukan di Vienna, Austria. 

WVS 8 Principal Investigator sekaligus Ketua Tim Peneliti Fakultas Psikologi UNS, Dr. Phil. Ayu Okvitawanli mengatakan, pihaknya menyediakan data tersebut secara open access dengan berbagai infografis pada website https://wvsindonesia.uns.ac.id.

"Pengambilan data WVS Gelombang ke-8 di Indonesia dilaksanakan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari lebih dari 300 butir pertanyaan, mencakup 14 tema nilai utama," kata Ayu Okvitawanli, Senin (18/5/2026).  

Survei ini menjangkau lebih dari 2.306 responden dari 247 kecamatan di 18 provinsi di Indonesia. Survei dilaksanakan dengan strategi multistage random sampling yang menjamin keterwakilan populasi secara nasional.

"Ini adalah pengakuan internasional terhadap kapasitas riset Fakultas Psikologi UNS. Kami bekerja dengan standar metodologi yang sangat ketat, karena data ini akan dibandingkan dengan data dari 90 negara lain dan akan menjadi rujukan ilmiah internasional untuk tahun-tahun mendatang,” ungkapnya. 

Dikatakannya, World Values Survey (WVS)adalah proyek riset ilmu sosial terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Pertama kali diinisiasi oleh Profesor Ronald Inglehart pada 1981, survei ini telah dijalankan dalam delapan gelombang dan mencakup lebih dari 90 negara dengan total lebih dari 400.000 responden per gelombang. 

WVS mengukur pergeseran nilai-nilai fundamental masyarakat, mulai dari kepercayaan antarpersonal, pandangan terhadap demokrasi dan pemerintahan, nilai-nilai agama dan keluarga, hingga sikap terhadap lingkungan dan teknologi. Indonesia telah berpartisipasi dalam WVS sejak Gelombang ke-4 (2001), menjadikannya salah satu negara Asia Tenggara dengan rekam data nilai sosial paling panjang dalam kerangka survei internasional ini.

Data WVS Gelombang ke-8 memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi Indonesia dari berbagai dimensi. Dari sisi komparatif global, Indonesia kembali memiliki data yang memungkinkan perbandingan nilai sosial secara langsung dengan 90 negara peserta WVS, termasuk negara-negara ASEAN, anggota G20, serta berbagai negara berkembang lainnya.

Selain itu, ketersediaan data sejak 2001 hingga 2025 menghadirkan rekam jejak historis yang kuat untuk menganalisis perubahan nilai masyarakat Indonesia selama 24 tahun, mulai dari periode pascareformasi 1998, era digitalisasi, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai dinamika sosial-politik yang terjadi. 

Data tersebut juga dapat menjadi dasar empiris bagi pemerintah, lembaga legislatif, dan organisasi masyarakat sipil dalam merancang kebijakan publik di bidang pendidikan, keagamaan, demokrasi, serta kesejahteraan sosial. Seluruh dataset nantinya akan dipublikasikan secara terbuka melalui World Values Survey, sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis oleh peneliti, jurnalis, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Setelah proses pengambilan data selesai, Tim Peneliti Fakultas Psikologi UNS akan memasuki tahap analisis data secara mendalam. Tahapan selanjutnya meliputi penginputan, pembersihan, dan validasi data sesuai standar World Values Survey Association. Dataset final kemudian akan diserahkan kepada WVS Association di Vienna untuk diintegrasikan ke dalam basis data global. 

Selain itu, tim peneliti juga akan melakukan penulisan dan publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah internasional bereputasi, menyelenggarakan seminar serta forum diseminasi hasil penelitian bagi para pemangku kepentingan nasional, hingga mempublikasikan dataset secara terbuka melalui situs resmi World Values Survey agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan komunitas akademik. 

Anggota Tim Peneliti, Moh. Abdul Hakim, menyampaikan apresiasi kepada UNS atas dukungan pendanaan internal melalui skema kolaborasi internasional, serta kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Education University of Hong Kong atas partisipasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut