BLORA, iNewsBoyolali.id- Perum Perhutani KPH Blora melalui BKPH Nglawungan mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Mulyo itu menjadi bagian dari langkah preventif Perhutani untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, terutama saat musim kemarau yang rawan kebakaran.
Sosialisasi dihadiri Asper/KBKPH Nglawungan Handana beserta jajaran, Bhabinkamtibmas Desa Ngiyono, Ketua LMDH Jati Mulyo Jamin, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Administratur KPH Blora melalui Asper/KBKPH Nglawungan Handana mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
"Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan garapan di kawasan hutan setelah panen maupun saat membersihkan lahan untuk persiapan musim tanam berikutnya," kata Handana.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas Perhutani apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di kawasan hutan.
"Sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Jati Mulyo, Jamin, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas sosialisasi yang telah diberikan. Melalui kegiatan ini masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Kami siap mendukung upaya Perhutani dengan mengajak seluruh anggota LMDH dan warga Desa Ngiyono untuk bersama-sama menjaga hutan agar tetap lestari dan terhindar dari ancaman karhutla," katanya.
Perhutani berharap melalui sosialisasi tersebut kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan semakin meningkat, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat diminimalkan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
