Rumah Warga Lansia di Blora Tak Layak Huni, Bupati Turun Tangan dan Siapkan Bedah Rumah

Heri Purnomo
Bupati Blora Arief Rohman Mengusap kedua Cucu Samijah yang Difabel Sambil Memberikan Bantuan, Rabu (16/9).

BLORA, iNewsBlora.id– Kondisi rumah tidak layak huni milik Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Blora.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, media, dan relawan sosial, Bupati Blora Arief Rohman mendatangi rumah Samijah pada Rabu (16/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sekaligus meminta rumah warga lansia itu segera diperbaiki agar layak ditempati.

Arief datang bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora H. Sutaat, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Laga Kusuma, pemerintah desa, Dinas Sosial P3A, serta Puskesmas setempat.

“Kita menerima laporan dari teman-teman media bahwa ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak. Sore ini kita serahkan bantuan dari Baznas dan teman-teman ASN. Nanti kita minta rumahnya agar dibedah sehingga bisa menjadi rumah yang layak untuk ditempati,” ujar Arief.

Selain melihat langsung kondisi rumah, Bupati juga menjenguk dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir. Ia meminta Dinas Sosial dan Baznas memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada keluarga tersebut.

“Ini juga ada anak difabel. Kita minta nanti dari Dinas Sosial dan juga Baznas untuk terus mengawal dan memberikan perhatian,” katanya.

Dapat Bantuan Rp20 Juta untuk Rehab Rumah

Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat mengatakan, Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk membantu rehabilitasi rumah Samijah.

Selain bantuan untuk perbaikan rumah, Dinas Sosial P3A juga memberikan sejumlah kebutuhan dasar rumah tangga, antara lain kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur.

“Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur,” kata Sutaat.

Sutaat menyebut keluarga Samijah sebelumnya juga pernah mendapatkan perhatian melalui program bantuan rumah tidak layak huni. Pada 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah.

Bupati Dorong Gotong Royong

Arief mengatakan penanganan persoalan sosial tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan relawan, pemerintah desa, media, dan masyarakat dinilai penting agar berbagai persoalan warga yang membutuhkan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.

“Kita antara pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama,” tuturnya.

Bupati juga meminta pemerintah desa mengawal proses rehabilitasi rumah Samijah. Ia berharap pembangunan dapat dilakukan dengan semangat gotong royong sehingga rumah tersebut segera menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

“Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali,” ujarnya.

Pemkab Blora mencatat jumlah relawan IPSM di wilayah tersebut kini mencapai sekitar 150 orang. Para relawan tersebut aktif membantu menangani berbagai persoalan sosial masyarakat di tingkat desa.

Penanganan keluarga Samijah diharapkan tidak berhenti pada rehabilitasi rumah. Pendampingan terhadap anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus juga akan dilakukan melalui koordinasi Dinas Sosial, Baznas, pemerintah desa, dan pihak terkait.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network