BLORA, iNewsBoyolali.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora memperkuat pembinaan kepada masyarakat yang menggarap lahan di kawasan hutan. Penggarap diminta ikut menjaga tanaman kehutanan, mencegah kebakaran, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak tanaman.
Pembinaan tersebut dilakukan Perhutani melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngapus di petak 55 D, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendongan, KPH Blora, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan dihadiri Asper/KBKPH Ngapus, KRPH Gendongan, serta masyarakat Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah, yang selama ini menggarap lahan di kawasan hutan petak tersebut.
Sosialisasi menjadi sarana komunikasi antara Perhutani dan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban para penggarap dalam mengelola lahan kawasan hutan.
Asper/KBKPH Ngapus Widada, yang menyampaikan pesan Administratur/KKPH Blora, menegaskan tanaman kehutanan merupakan aset yang harus dijaga agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Karena itu, penggarap diwajibkan ikut menjaga tanaman kehutanan yang ada. Salah satunya dengan membebaskan jalur tanaman kehutanan dari tanaman palawija.
Perhutani juga melarang penggarap menggunakan metode pembakaran dalam membersihkan lahan karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, penggarap diminta berhati-hati saat melakukan penyemprotan di sekitar tanaman kehutanan. Penggunaan bahan kimia secara tidak tepat dapat menyebabkan tanaman mengalami kerusakan hingga kematian.
“Perhutani juga mengimbau agar tidak melakukan penyemprotan yang dapat mengakibatkan kematian tanaman kehutanan. Marilah kita bersama-sama menjaga hutan supaya tetap lestari dan masyarakat juga dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan,” ujar Widada.
Penggarap Siap Patuhi Aturan
Salah seorang penggarap, Suparmin, warga Desa Tlogowungu, mengapresiasi pembinaan yang diberikan Perhutani. Menurutnya, arahan tersebut penting agar masyarakat memahami aturan dalam memanfaatkan lahan kawasan hutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas pembinaan dan arahan yang diberikan. Kami siap mematuhi aturan yang ada demi keberlanjutan dan kelestarian hutan,” kata Suparmin.
Perhutani KPH Blora berharap komunikasi dengan masyarakat penggarap semakin baik sehingga pengelolaan kawasan hutan dapat berjalan secara tertib dan bertanggung jawab.
Kesadaran bersama untuk menjaga tanaman kehutanan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga keamanan kawasan dinilai menjadi kunci mempertahankan kelestarian hutan di wilayah BKPH Ngapus.
Dengan pengelolaan yang lebih tertib, kawasan hutan diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus terjaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
