Tujuh Bocah Diperiksa Polisi Usai Duel Viral di Grobogan, Orang Tua Sempat Tegang

Rustaman Nusantara
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufiq Frida Mustofa Membeberkan Hasil Pemeriksaan Dalam Penanganan Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum. (Foto:iNews)

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Tujuh bocah yang terlibat maupun mengetahui aksi duel antaranak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Grobogan. Mereka datang didampingi orang tua masing-masing.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus penganiayaan yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum, setelah video duel dua bocah tersebut viral di media sosial.

Saat menunggu proses pemeriksaan, sempat terjadi ketegangan antara orang tua korban dan keluarga salah satu bocah yang terlibat duel.

Abdul Ghofur, ayah HL, terlibat adu mulut dengan Santi, ibu MF. Ghofur mengaku tidak terima lantaran anaknya disebut lebih dahulu diejek dan diludahi sebelum terjadi aksi saling tantang.

Ia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila persoalan tersebut kembali diperpanjang.

Polisi Periksa Tujuh Bocah

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufiq Frida Mustofa mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anak yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian tersebut.

“Untuk pengembangan saat ini telah ditangani unit PPA Polres Grobogan. Dan beberapa saksi masih kita periksaan,”jelas AKP Taufiq Frida Mustofa. 

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi penanganan perkara sekaligus mendalami kronologi duel yang melibatkan anak-anak tersebut.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi psikologis korban. Dari pemeriksaan tersebut, kondisi korban dinyatakan sehat dan baik.

“Untuk kondisi fisik maupun psikis korban baik-baik saja,”tandasnya.

Sebelumnya, petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mendatangi rumah korban dan anak-anak yang terlibat sebelum mereka dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Keluarga Akui Kesalahan Anak

Sementara itu, Rusmiati, ibu GV, mengakui anaknya melakukan pemukulan dan tendangan terhadap MF.

“Ya saya mengaku kesalahan anak saya, kemarin sudah ketemu keluarga korban dan saya sampaikan permintaan maaf,” ucapnya.

Namun, menurutnya, aksi tersebut terjadi setelah adanya tantangan dan aksi saling serang antara kedua bocah. Berdasarkan keterangan keluarga, GV dan HL sebelumnya mengaku mendapat ejekan dan perlakuan yang membuat keduanya merasa direndahkan. 

“Awalnya anak saya GV diejek botak-botak gitu dan kemudian anak saya sama anak pak Ghofur si HL diludahi korban jadi memancing emosi anak saya,” katanya.

MF disebut lebih dahulu mengejek dan meludahi GV serta HL. GV yang kemudian tersulut emosi akhirnya menyanggupi tantangan MF untuk berduel satu lawan satu.

Dalam video yang beredar di media sosial, MF terlihat terlibat duel dengan GV. MF kemudian terjatuh setelah terkena pukulan dan tendangan hingga sempat tidak sadarkan diri.

Polisi Tempuh Restorative Justice dan Diversi

Polisi kini masih mengupayakan penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan restoratif dan diversi, mengingat kasus tersebut melibatkan anak.

Keluarga anak yang terlibat juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai dan tidak berlanjut menjadi konflik antarkeluarga.

Kasus ini masih dalam penanganan Polres Grobogan. Polisi terus mendalami keterangan para saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan duel antaranak tersebut.

 

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network