Santri Ponpes Miftahul Huda Grobogan Kembali Beraktivitas Usai Keracunan, Sebagian Masih Trauma

Rustaman Nusantara
Pascakeracunan menu MBG, aktivitas santri Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Btobogan kembali normal. (Foto: iNews).

Selain itu, pihak pondok telah memiliki tim penanggung jawab kesehatan yang secara rutin memeriksa makanan setelah proses memasak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan, sekaligus mencegah terulangnya kejadian keracunan.

“ Di Pondok sudah ada tim penanggung jawab kesehatan yang selalu cek makanan sebelum dibagikan ke santri. Jadi kita jamin aman dari racun atau bakteri,”tambahnya.

Ketua Tim Dapur Pondok Pesantren Miftahul Huda, Rozak, menyampaikan bahwa dirinya bersama puluhan santri telah bertahun-tahun bertugas mengelola dapur pondok. Seluruh bahan makanan yang digunakan dipastikan segar karena diambil langsung dari pedagang setiap pagi.

“Sebagai tim dapur, saya memastikan sayuran yang dibeli selalu segar,”kata Rozak ketua tim dapur Ponpes Miftahul Huda.

Rozak menambahkan, proses memasak dilakukan tiga kali sehari oleh tiga kelompok berbeda, beberapa jam sebelum waktu makan. Dengan sistem tersebut, makanan dipastikan selalu dalam kondisi hangat dan layak konsumsi. Dalam sekali memasak, dapur pondok dapat mengolah hingga sekitar 300 kilogram bahan makanan, baik nasi maupun sayur, untuk memenuhi kebutuhan 1.500 santri.

“Dalam sehari bisa mengolah bahan makanan sebanyak 300 kilogram untuk 1500 santri. Dan itu hanya untuk sekali masak. Padahal kita harus masak 3kali sehari yang dibagi menjadi 3 kelompok tukang masak,”ucapnya.

Usai sarapan, para santri kembali melaksanakan aktivitas rutin seperti mengaji dan mempelajari kitab kuning di bawah bimbingan para ustaz. Pihak pondok pesantren pun berharap pemerintah dapat memberikan izin agar pengelolaan Makan Bergizi Gratis dapat ditangani secara mandiri oleh pondok pesantren. Dengan demikian, distribusi dan pengawasan makanan bagi ribuan santri diharapkan dapat dilakukan lebih optimal dan aman.

“Saya berharap supaya pemerintah memberikan kita kesempatan untuk mengelola MBG di Pondok sendiri mengingat jumlah santri di sini mencapai ribuan. Dan apa tidak terlalu lama jika pendistribusian MBG oleh SPPG kesini, karena SPPG sendiri harus mengantar ke sejumlah sekolah yang memungkinkan makanan akan lama kita terima. Jadi jika kita yang kelola MBG kita jamin aman dan kita awasi secara langsung,” pungkas Lutfi AL Hakim, pengasuh Ponpes Miftahul Huda Ngroto.

Editor : Tata Rahmanta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network