Jasmi menjelaskan, pemilihan awal lokasi madrasah dilakukan karena dinilai strategis untuk mendukung perekonomian warga. Melalui keberadaan KDMP dan gerai usaha, pemerintah desa berharap dapat menggerakkan UMKM setempat.
“Dengan adanya koperasi dan gerai di desa, kami berharap perekonomian berjalan, pendidikan tetap berjalan, dan kegiatan keagamaan juga tetap berjalan,” tambahnya.
Usai kesepakatan pemindahan lokasi, perwakilan warga, tokoh agama, dan pemerintah desa kemudian menandatangani berita acara kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama agar polemik serupa tidak kembali terjadi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
