Sementara itu, jumlah korban terus bertambah. Sejak Sabtu malam, sebanyak 25 pasien dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi karena kapasitas RSUD Getas Pendowo Gubug telah melebihi daya tampung. Pasien lainnya dialihkan ke beberapa puskesmas rawat inap.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, keracunan diduga berasal dari menu nasi kuning bersantan yang sudah berbau dan kemungkinan disimpan selama beberapa hari sebelum dimasak kembali. Selain itu, bau busuk dari tandon IPAL diduga mempercepat pertumbuhan bakteri yang berpotensi menempel pada makanan.
Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
