SOLO, iNewsBoyolali.id - Tenaga administrasi di lingkungan Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Solo Raya mendapat pelatihan Artificial Intelligence (AI). Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, mereka diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan dalam tugas keseharian.
Pelatihan diberikan oleh Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (Fatisda) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, dalam rangka meningkatkan literasi digital dan kompetensi teknologi di instansi pemerintahan.
Acara bertajuk "Pelatihan Penerapan Teknologi Generative AI untuk Tenaga Administrasi di Lingkungan Kantor Kementerian Haji dan Umrah se-Solo Raya, bertempat di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Solo, Kamis (5/3/2026).
"Kehadiran AI tidak bisa dihindari, termasuk untuk urusan haji dan umrah. Kami hadir untuk berbagi ilmu agar teman teman di Kementerian yang baru ini, bisa memberikan layanan lebih cepat dan efisien," kata Dekan Fatisda UNS, Dr. Wiranto, M.Kom, M.Cs di sela-sela acara.
Dengan demikian, lanjutnya, pada akhirnya akan memberikan kepuasan pada jemaah haji. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar AI, otomatisasi administrasi, studi kasus implementasi, hingga kerja mandiri berupa praktik terbimbing penggunaan tools AI.
"Kami menggunakan salah satu aplikasi AI, namanya Generatif AI," katanya.
Secara teknis peserta antara lain dilatih membuat surat yang semula mengetik sendiri dan membutuhkan waktu lama, dapat lebih cepat dengan menggunakan AI. Termasuk membuat daftar maupun checking dapat dibantu dengan AI.
Dikatakannya, peserta pelatihan berasal dari delegasi dari 7 kantor wilayah di Solo Raya, meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Karanganyar. Setiap instansi diminta mendelegasikan 3 orang peserta.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Solo, Saiful Anwar ST MH mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian baru. Pihaknya perlu melakukan akselerasi-akselerasi atau percepatan agar lebih cepat tumbuh dalam melayani masyarakat.
"Tujuan kita sekarang itu pelayanan secara cerdas. Dengan SDM (sumber daya manusia) yang ada, kita bisa melayani semua dapat terpuaskan," kata Saiful Anwar.
Penggunaan AI, nantinya akan dimanfaatkan antara lain untuk keperluan informasi dan edukasi tentang layanan ibadah haji.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
