YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Publikasi di jurnal internasional bereputasi seringkali dianggap sebagai momok bagi mahasiswa pascasarjana. Dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Dr Martaria Rizky Rinaldi berhasil mematahkan stigma itu dengan membagikan strategi jitu.
Menurutnya, menembus Scopus bukan sekadar soal kecerdasan melainkan taktik. Membawakan materi bertajuk “Dari Tesis ke Publikasi: Strategi Penelitian yang Publishable”, Martaria membedah langkah transformatif di hadapan puluhan mahasiswa magister, dalam kuliah umum daring di Magister Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR), Selasa (21/4/2026).
“Banyak mahasiswa terjebak pada asumsi bahwa data yang rumit adalah kunci utama. Padahal, gerbang jurnal internasional lebih mementingkan kerangka berpikir dan novelty (kebaruan),” katanya.
Menurutnya, yang membedakan penelitian yang publishable dan tidak, bukan sekadar datanya tetapi cara berpikirnya. Publikasi bukan soal pintar, tetapi soal strategi.
“Kesalahan fatal yang sering dilakukan mahasiswa adalah pemilihan topik yang terlalu umum dan lemahnya research gap. Padahal, jika dirancang dengan desain yang kokoh sejak awal dengan menyertakan variabel mediator, satu tesis bisa dipanen menjadi dua hingga tiga artikel ilmiah berkualitas,” katanya.
Martaria telah berhasil mengonversi disertasinya menjadi deretan publikasi di jurnal bereputasi kelas dunia (Q1, Q2, dan Q3). Portofolio ini menjadi bukti nyata bagi para mahasiswa bahwa riset yang solid memiliki usia manfaat yang panjang bagi karier akademik mereka.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
