Cegah TPPO di Luar Negeri, Kememinipas Intensifkan Desa Binaan Imigrasi
Menurutnya, kasus TPPO tidak hanya mnejerat PMi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Belakangan banyak sarjana baik S1 maupun S2 yang menjadi korban. Kebanyakan dari mereka memiliki kompetensi di bidang teknologi informatika dan dipekerjakan di Kamboja dan Myanmar.
“Mereka tertarik bekerja di luar negeri karena iming-iming gaji yang besar. Begitu tiba di negara tujuan, mereka dipekerjaan untuk penipuan online dan judi online,” katanya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani, mengatakan penguatan Desa Binaan Imigrasi sangat perlu dilakukan karena potensi terjadinya TPPO dan TPPM di DIY cukup tinggi. Apalagi dengan adanya penerbangan langsung ke luar negeri melalui Yogyakarta International Airport (YIA).
"Kami menjajaki kerjasama dengan pemerintah daerah agar ada kolaborasi dan sinergi sebagai upaya pencegahan," jelas Yuni.
Di DIY setidaknya sudah ada 19 desa binaan yang akan terus bertambah. Desa binaan ini ujuga berfungsi untuk memberikan informasi dan sosialsiasi kepada masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri.
Editor : Tata Rahmanta