get app
inews
Aa Text
Read Next : Embarkasi Haji YIA Telah Layani 9.288 Jemaah, 26 Kloter Sudah Kembali

Cegah TPPO di Luar Negeri, Kememinipas Intensifkan Desa Binaan Imigrasi

Selasa, 28 Juli 2026 | 21:07 WIB
header img
Direktur Intelijen dan Keimigrasian Kememinipas Agus Waluyo saat memantau pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi di Kulonprogo, Senin (27/7/2026). (foto: kuntadi)

KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Perdagangan manusia (TPPM)di masyarakat. Mereka mendirikan Desa Binaan Imigrasi di beberapa daerah.

Desa Binaan Imigrasi ini telah hadir di Kulonprogo. Setidaknaya ada lima desa (kalurahan) yakni Hargomulyo, Hargorejo, Triharjo, Karangwuni dan Sindutan. Ketiga desa ini dipilih, karena banyak warganya yang bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).  

“Desa Binaan ini menjadi unggulan kami dalam mencegah TPPO maupun TPPM,” kata Direktur Intelijen Keimigrasian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Agus Waluyo saat menghadiri sosialisasi desa binaan di Kulonprogo, Senin (27/7/2026). 

Menurut Agus, program tersebut efektif untuk mencegah TPPO, TPPM hingga pelanggaran oleh WNA. Selama ini, petugas imigrasi hanya hadir di kota besar. Namun kali ini diperluas jangkauannya hingga ke desa atau kalurahan.

"Jadi petugas akan berinteraksi dengan warga di desa yang hendak bekerja di luar negeri atau ada WNA di desa tersebut, berkolaborasi dengan lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas," ujar Agus.

Menurutnya, kasus TPPO tidak hanya mnejerat PMi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Belakangan banyak sarjana baik S1 maupun S2 yang menjadi korban. Kebanyakan dari mereka memiliki kompetensi di bidang teknologi informatika dan dipekerjakan di Kamboja dan Myanmar.

“Mereka tertarik bekerja di luar negeri karena iming-iming gaji yang besar. Begitu tiba di negara tujuan, mereka dipekerjaan untuk penipuan online dan judi online,” katanya.  

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani, mengatakan penguatan Desa Binaan Imigrasi sangat perlu dilakukan karena potensi terjadinya TPPO dan TPPM di DIY cukup tinggi. Apalagi dengan adanya penerbangan langsung ke luar negeri melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

"Kami menjajaki kerjasama dengan pemerintah daerah agar ada kolaborasi dan sinergi sebagai upaya pencegahan," jelas Yuni.

Di DIY setidaknya sudah ada 19 desa binaan yang akan terus bertambah. Desa binaan ini ujuga berfungsi untuk memberikan informasi dan sosialsiasi kepada masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri.  
 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut