Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buntut Dugaan Keracunan Ratusan Siswa, Kepala SPPG Sukorejo 2 Blora Dicopot BGN
Advertisement . Scroll to see content

Prihatin Kasus Keracunan, Bupati Arief Besuk 9 Siswa SMAN 1 Tunjungan di Rumah Sakit

Sabtu, 12 September 2026 | 08:11 WIB
  • author Heri Purnomo
Prihatin Kasus Keracunan, Bupati Arief  Besuk 9 Siswa SMAN 1 Tunjungan di Rumah Sakit
Bupati Blora Arief Rohman, Tengok Pelajar SMAN 1 Tunjungan yang masih dirawat di Rumah sakit Akibat Dugaan Keracunan MBG. (Foto:iNews)

 

BLORA, iNewsBoyolali.id  – Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Bupati Blora Arief Rohman turun langsung menjenguk sembilan pelajar yang tengah menjalani perawatan medis di dua fasilitas kesehatan berbeda.

Dalam kunjungannya tersebut, orang nomor satu di Blora ini didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua BAZNAS Blora di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan, Kamis (10/9/2026).

"Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi," ungkap Arief Rohman di sela-sela peninjauannya.

Bupati menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut. Sebagai langkah cepat tanggap, Pemkab Blora telah melakukan inspeksi dan mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora," terangnya.

Sembari menunggu hasil uji laboratorium dan investigasi tim pusat, Pemkab Blora mengambil langkah tegas. Operasional penyedia makanan tersebut langsung dihentikan. "Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin," tegas Arief.

Bupati menegaskan, peristiwa ini harus menjadi alarm keras dan catatan evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara program gizi di Kabupaten Blora.

"Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pesannya.

Mengakhiri peninjauannya, Bupati mendoakan pemulihan para korban. "Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala," pungkasnya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut