get app
inews
Aa Text
Read Next : 11 Perguruan Tinggi Raih Penghargaan UNS-KND Inclusion Metrics 2026, Ini Daftarnya

Penelitian UNS: Kesenjangan Gender dalam Pendapatan Online Terjadi di Berbagai Negara

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:18 WIB
header img
Kampus UNS tampak dari depan. Foto: Ist.

Menurut Budi Wahyono, hasil penelitian ini memberikan pesan penting bagi para pembuat kebijakan di berbagai negara. Selama ini, banyak kebijakan berfokus pada perluasan akses internet, peningkatan kepemilikan telepon seluler, maupun peningkatan inklusi keuangan sebagai strategi memperluas kesempatan ekonomi digital. Namun, temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut perlu dilengkapi dengan upaya yang lebih komprehensif untuk mengatasi hambatan-hambatan struktural yang masih dihadapi perempuan.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa transformasi digital tidak secara otomatis menghasilkan kesempatan ekonomi yang setara. Masih terdapat berbagai faktor sosial, budaya, maupun struktur pasar kerja yang memengaruhi partisipasi perempuan dalam ekonomi digital. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi digital yang inklusif memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih menyeluruh," ujar Budi.

Penelitian ini memiliki relevansi yang kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Temuan mengenai masih adanya kesenjangan gender secara langsung mendukung SDG 5 (Gender Equality) yang bertujuan mewujudkan kesetaraan gender dan memberdayakan seluruh perempuan. Bukti empiris yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital secara lebih adil dan inklusif.

Selain itu, penelitian ini juga berkaitan erat dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Ekonomi digital saat ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai negara melalui berkembangnya platform digital, pekerjaan berbasis aplikasi, dan perdagangan elektronik. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diiringi dengan pemerataan kesempatan agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang gender.

Hasil penelitian juga memberikan kontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities). Kesenjangan dalam memperoleh pendapatan melalui platform digital menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksetaraan akses terhadap peluang ekonomi modern. Oleh karena itu, kebijakan yang hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur digital belum tentu cukup apabila tidak dibarengi dengan upaya mengurangi hambatan sosial dan struktural yang masih dihadapi kelompok tertentu.

Di sisi lain, kolaborasi antara UNS, Paris School of Business, dan VNU University of Economics and Business mencerminkan implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kolaborasi lintas negara memungkinkan pertukaran keahlian, data, dan perspektif yang lebih luas sehingga menghasilkan penelitian dengan cakupan global dan kualitas ilmiah yang semakin kuat. Sinergi tersebut sekaligus memperkuat posisi UNS sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring penelitian internasional untuk menjawab berbagai isu strategis dunia.

Bagi UNS, penelitian ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengambilan kebijakan. Melalui kolaborasi internasional, UNS terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui penelitian berbasis bukti ilmiah.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri digital, maupun akademisi dalam merancang kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

Melalui penelitian ini, UNS kembali menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan salah satu kunci dalam menghasilkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan global. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari sejauh mana seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaatnya.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut