BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Aksi pencurian gelang emas di Toko Emas Srikandi, Pasar Sunggingan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terekam kamera CCTV pada Kamis (15/10/2026). Pelaku diduga merupakan komplotan yang terdiri dari dua perempuan dewasa dan seorang anak perempuan.
Dalam aksinya, para pelaku diduga berbagi peran untuk mengelabui karyawati toko. Mereka memanfaatkan situasi saat sejumlah gelang emas dikeluarkan dari etalase untuk diperlihatkan kepada calon pembeli.
Akibat kejadian tersebut, satu gelang emas jenis kolong dengan berat sekitar 8–10 gram dilaporkan hilang. Nilai perhiasan itu ditaksir mencapai Rp16 juta hingga Rp18 juta.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan pencurian tersebut kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman CCTV, seorang perempuan yang mengenakan hijab merah marun dan kacamata hitam terlihat memilih perhiasan di depan etalase. Sementara itu, perempuan lain berjilbab hitam bersama seorang anak perempuan diduga membantu mengalihkan perhatian karyawati toko.
Modus yang digunakan yakni meminta karyawati mengeluarkan beberapa gelang emas untuk diperlihatkan satu per satu. Saat perhatian karyawati teralihkan, salah satu gelang diduga dipindahkan kepada rekannya.
Perhiasan tersebut kemudian dikenakan oleh salah seorang perempuan sebelum ketiganya meninggalkan toko.
Karyawati Toko Emas Srikandi, Heni Putri Rahmadani, mengatakan para perempuan tersebut sempat meminta beberapa gelang emas untuk dilihat sebelum akhirnya pergi.
“Awalnya, saya melayani salah satu perempuan yang meminta gelang emas untuk dikeluarkan. Saya mengeluarkannya sedikit demi sedikit untuk diperlihatkan,” kata Heni kepada wartawan pada Jumat (16/10/2026).
Heni menuturkan, saat proses pemilihan perhiasan berlangsung, ia sempat melihat gelang yang sudah dikeluarkan dari etalase dipindahkan kepada perempuan lain yang berada di sebelahnya.
“Ketika saya sedang melayani, tiba-tiba saat saya sedikit menoleh, ternyata gelang itu diberikan kepada temannya yang ada di sebelah,” ujarnya.
Menurut Heni, para perempuan tersebut meminta sekitar lima gelang emas untuk diperlihatkan. Dua gelang kemudian dikembalikan kepada dirinya dengan alasan akan disimpan terlebih dahulu karena mereka berniat kembali untuk mengambilnya.
Namun, setelah itu, para perempuan tersebut justru meninggalkan toko. Salah satu gelang yang sebelumnya diperlihatkan diduga sudah dikenakan dan dibawa pergi.
“Dua gelang dikembalikan kepada saya dan diminta disimpan karena katanya nanti akan kembali lagi untuk mengambilnya. Namun, mereka malah langsung pergi dengan satu gelang yang sudah dipakai,” tutur Heni.
Pencurian tersebut baru diketahui ketika pihak toko melakukan pengecekan stok perhiasan pada sore hari. Saat mencocokkan jumlah barang, karyawan mendapati satu gelang emas jenis kolong tidak sesuai dengan catatan stok.
Pihak toko kemudian memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui penyebab hilangnya perhiasan tersebut. Dari rekaman itulah, mereka menduga gelang emas tersebut dibawa oleh salah satu perempuan yang datang ke toko.
Heni menyebut gelang yang hilang memiliki berat sekitar 8–10 gram dengan perkiraan harga Rp16 juta hingga Rp18 juta.
Kasus dugaan pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Boyolali Kota juga telah mendatangi lokasi kejadian pada Jumat siang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Rekaman CCTV kini menjadi salah satu barang bukti yang digunakan untuk membantu penyelidikan. Polisi juga mendalami keterangan saksi guna mengungkap identitas serta keberadaan para terduga pelaku.
Hingga kini, penanganan kasus dugaan pencurian gelang emas tersebut masih berlangsung.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
