BLORA, iNewsBlora.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian memprihatinkan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Warga Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora terpaksa berebut bantuan air bersih setelah sumur-sumur mulai mengering akibat hampir lima bulan tanpa pasokan air bersih yang cukup.
Ironisnya, empat tangki air bersih bantuan Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora ludes diserbu warga dalam waktu kurang dari satu jam.
Demi mendapatkan air, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi distribusi bantuan dan berupaya mengisi jeriken untuk persediaan di rumah.
Selama hampir lima bulan terakhir, kemarau membuat sumber air milik warga semakin menyusut. Untuk mendapatkan air, sebagian warga bahkan harus keluar desa dan menempuh jarak sekitar satu kilometer.
Kini, warga Desa Jepangrejo hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketergantungan terhadap bantuan menjadi pilihan di tengah terbatasnya sumber mata air yang masih bisa dimanfaatkan.
Pujiati, salah seorang warga, merasakan langsung sulitnya mendapatkan air bersih di tengah kondisi kekeringan tersebut. Warga berharap bantuan air dapat terus disalurkan agar kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi.
"Ada bantuan seneng mas. Soale kalau ambil air jauh. Ya kadang beli untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk mandi dan ternak kami", Ungkap Puji, Rabu, (14/10).
Empat Dukuh Krisis Air Bersih
Desa Jepangrejo menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak serius kekeringan di Kabupaten Blora. Sedikitnya empat dukuh di desa tersebut menghadapi krisis air bersih karena tidak memiliki sumber mata air yang memadai.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan air bersih menjadi sangat penting bagi warga. Namun, cepat habisnya pasokan bantuan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ainia Salichah, turut memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Melalui bantuan empat tangki air bersih tersebut, PKK Kabupaten Blora berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air di tengah kemarau panjang.
"Kami berharap dapat terus mendorong kepedulian berbagai pihak terhadap warga yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air", Ujar Ainia.
Warga Butuh Pasokan Air Berkelanjutan
Krisis air bersih di Desa Jepangrejo menjadi gambaran beratnya dampak kemarau bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Ketika sumur mulai mengering dan sumber mata air terbatas, warga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap bantuan tidak berhenti pada distribusi sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan selama krisis air masih berlangsung.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
