Iwan memastikan kualitas air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun reservoir kini telah kembali jernih. Ia juga menegaskan PUDAM Tirta Ampera menggunakan gas klor, bukan kaporit, dalam proses pengolahan air.
"Di tempat kami ada Instalasi Pengolahan Air (IPA). Pada tahap akhir pengolahan memang ada bahan kimia yang digunakan. Namun kami tidak memakai kaporit, melainkan gas klor," jelasnya.
Ia menambahkan, kesalahan terjadi karena dosis gas klor yang diberikan melebihi kebutuhan sehingga memicu kontaminasi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
