Iwan menjelaskan, sebelumnya air baku yang berasal dari Kedung Banteng dan Embung Meliakan berubah warna menjadi hijau. Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas meningkatkan dosis gas klor agar kualitas air kembali normal.
"Awalnya tadi malam air dari Kedung Banteng dan Embung Meliakan berwarna hijau. Di sana tidak ada kaporit, melainkan gas klor. Gas klor tersebut oleh petugas dibesarkan takarannya untuk menormalkan air yang berubah warna menjadi hijau," ujarnya.
Namun, dosis gas klor yang terlalu tinggi justru bereaksi dengan lumut sehingga menyebabkan air menjadi keruh dan berbusa.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
