Bagi UMY, membangun kampus inklusif adalah kerja kolektif. Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur yang adaptif, layanan pendidikan yang setara, dan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, UMY optimis dapat menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi siapa saja tanpa terkecuali.
Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI-FSIP) Intan Tri Agustin, yang merupakan penyandang disabilitas daksa, membagikan pengalamannya. Dia mengapresiasi atmosfer kampus yang suportif dan nyaman. Namun ada beberapa titik aksesibilitas fisik yang masih perlu dibenahi.
“Toilet disabilitas sebaiknya tidak hanya ada di lantai dasar, tetapi di setiap lantai yang aktif digunakan mahasiswa untuk kuliah,” kata Intan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
