YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang ramah disabilitas. Pihak rektorat membuka ruang diskusi dengan pusat studi dan mahasiswa disabilitas untuk merumuskan arah pembangunan kampus yang benar-benar inklusif.
Direktur Direktorat Operasional dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Surya Budi Lesmana mengatakan, kampus bergerak berbasis data dan aduan nyata. Setiap bulannya, ada sekitar 500 laporan terkait fasilitas kampus. Mulai dari masalah teknis kecil hingga evaluasi infrastruktur besar—yang dievaluasi setiap minggu.
Fokus UMY saat ini adalah melakukan retrofit (penyesuaian) pada bangunan-bangunan lama agar ramah disabilitas, bukan sekadar membangun gedung baru. Salah satu proyek besar yang sedang digodok adalah peningkatan aksesibilitas di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.
"Tantangan terbesar kami adalah menemukan desain arsitektur yang paling tepat. Misalnya, jika ingin memasang lift di masjid untuk kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia, posisi dan desainnya harus benar-benar matang agar fungsional," ungkap Surya pada peluncuran UMY Magz Edisi ke-7 bertajuk "Menumbuhkan Ruang Aman untuk Semua" di Public Space Perpustakaan UMY, Senin (20/7/2026).
Ketua Pusat Studi Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial UMY, Arni Surwanti menekankan bahwa perspektif penyandang disabilitas wajib menjadi dasar dalam setiap pengambilan kebijakan kampus. Persoalan disabilitas sering kali baru benar-benar dipahami ketika disampaikan langsung oleh mereka yang mengalaminya.
“Itulah mengapa berkomunitas menjadi krusial sebagai ruang berbagi dan memperkuat advokasi hak-hak mereka,” tegas Arni.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
