BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Kemarau panjang membuat krisis air bersih di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, semakin meluas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama Palang Merah Indonesia (PMI), BPBD, TNI, dan Polri menyalurkan puluhan tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Total 81 tangki air bersih disiapkan untuk membantu warga, terutama di wilayah Boyolali bagian utara yang menjadi salah satu kawasan terdampak paling parah.
Konvoi puluhan truk tangki air bersih tersebut dilepas Bupati Boyolali Agus Irawan dari depan Kantor Bupati Boyolali, Kamis (3/9/2026) siang. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Boyolali, PMI, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah stakeholder sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, dampak kemarau panjang tahun ini semakin meluas. Sedikitnya terdapat 11 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
"Dari 11 kecamatan yang terdampak, kondisi paling parah terjadi di enam kecamatan. Wilayahnya mulai dari lereng Gunung Merapi hingga Boyolali bagian utara," kata Agus Irawan.
Menurutnya, droping air bersih menjadi langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau. Pemkab Boyolali juga terus menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
