Sementara itu, Ketua PMI Boyolali Sunarno mengatakan, penyaluran 81 tangki air bersih dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI.
PMI Boyolali menggandeng Pemkab Boyolali, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah stakeholder untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.
"Sebanyak 81 tangki air bersih ini kami salurkan ke wilayah yang terdampak krisis air. Jumlahnya disesuaikan dengan usia PMI yang saat ini memasuki 81 tahun," ujar Sunarno.
Menurut Sunarno, bantuan air bersih tidak akan berhenti pada penyaluran 81 tangki tersebut. PMI bersama stakeholder terkait masih akan melakukan distribusi air bersih apabila kondisi warga masih membutuhkan.
"Bantuan ini tidak hanya berhenti sampai 81 tangki. Kami bersama stakeholder lainnya akan terus membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih," katanya.
Krisis air bersih di Boyolali diperkirakan masih berpotensi meluas. Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah diperkirakan masih tinggi.
Bahkan, berdasarkan prediksi BMKG, hujan paling lambat diperkirakan baru turun pada awal Januari 2027.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
