Dalam pelaksanaannya, siswa menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari skrining risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) menggunakan Pediatric Sleep Questionnaire, pemeriksaan telinga dan pendengaran, pemeriksaan hidung dan tonsil, penilaian status gizi dan tumbuh kembang, skrining neurologis dan perilaku, evaluasi sistem pernapasan, pemeriksaan kelainan kraniofasial, penilaian jalan napas, hingga pemeriksaan radiologi bila diperlukan.
Seluruh hasil pemeriksaan kemudian dianalisis secara terpadu untuk menentukan tingkat risiko masing-masing anak sekaligus menyusun rekomendasi tindak lanjut maupun rujukan sesuai kebutuhan.
Ketua PERHATI-KL Cabang Solo sekaligus dosen FK UNS, Dr. dr. Hadi Sudrajat, mengatakan tim dokter spesialis THT-BKL juga memberikan layanan pemeriksaan telinga, tindakan aural toilet sesuai indikasi medis, serta konsultasi kesehatan telinga kepada para siswa.
"Pelayanan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan telinga sejak dini sekaligus mendorong deteksi dini gangguan pendengaran yang sering tidak disadari," ujarnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
