Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Ardhianto Septiadhi, mengingatkan bahwa penyelamatan pertama selalu dimulai dari diri sendiri. Korban jiwa bisa diminimalisir jika masyarakat punya refleks yang tepat saat situasi darurat.
Usai pembekalan teknis dari BPBD dan PMI Bantul, sirene simulasi pun berbunyi. Seluruh peserta langsung bergerak menyusuri rute evakuasi dari bibir Pantai Parangtritis menuju Titik Evakuasi Akhir (TEA) di Bulak Mabul.
Dari batas waktu aman (golden time) maksimal 35 menit yang ditentukan untuk menghindari ancaman tsunami, para peserta simulasi berhasil mencapai zona aman dalam waktu impresif, yakni rata-rata 12 hingga 25 menit saja.
Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, berharap simulasi ini menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas sektor ke depan.
"Kita ingin Parangtritis semakin siap dan tangguh menghadapi ancaman gempa dan tsunami melalui sinergi yang terus terjaga," kata Neysa.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
