Hadapi Isu Megathrust, Parangtritis Digembleng Jadi Destinasi Wisata Tangguh Bencana

Kuntadi
pelaku wisata di Pantai Parangtritis mengikuti simulasi penanganan bencana agar mereka tangguh menghadapi isu gempa megathrust. (Foto: Istimewa).

BANTUL, iNewsboyolali.id - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) memeringati 20 tahun gempa Jogja dengan menggelar Simulasi Evakuasi Bencana di Kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Senin (25/5/2026). Para pelaku wisata digembleng agra tangguh menghadapi bencana. 

Selama ini, Pantai Parang tritis dikenal sebagai salah satu magnet utama pariwisata di DIY. Para pelaku usaha wisata di kawasan pesisir ini digembleng menjadi destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana terbesar, termasuk isu gempa megathrust.

Plt Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menegaskan ramainya perbincangan mengenai potensi gempa megathrust harus disikapi secara taktis, bukan dengan kepanikan.   

“Isu megathrust menjadi pengingat penting. Kegiatan ini adalah langkah antisipatif sekaligus komitmen BPOB dalam memperkuat safety and security di sektor pariwisata," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati, menyebut bahwa wajah pariwisata DIY harus mengutamakan kualitas, di mana keselamatan wisatawan berada di kasta tertinggi. Menurutnya, pedagang, nelayan, dan pemandu wisata adalah garda terdepan jika situasi darurat terjadi.
“Semuanya harus menjadi garda terdepan dalam situasi darurat,” katanya.   

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Ardhianto Septiadhi, mengingatkan bahwa penyelamatan pertama selalu dimulai dari diri sendiri. Korban jiwa bisa diminimalisir jika masyarakat punya refleks yang tepat saat situasi darurat. 

Usai pembekalan teknis dari BPBD dan PMI Bantul, sirene simulasi pun berbunyi. Seluruh peserta langsung bergerak menyusuri rute evakuasi dari bibir Pantai Parangtritis menuju Titik Evakuasi Akhir (TEA) di Bulak Mabul.

Dari batas waktu aman (golden time) maksimal 35 menit yang ditentukan untuk menghindari ancaman tsunami, para peserta simulasi berhasil mencapai zona aman dalam waktu impresif, yakni rata-rata 12 hingga 25 menit saja.

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, berharap simulasi ini menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas sektor ke depan. 

"Kita ingin Parangtritis semakin siap dan tangguh menghadapi ancaman gempa dan tsunami melalui sinergi yang terus terjaga," kata Neysa.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network