“Alhamdulillah, sering dibantu Perhutani dengan pembagian sembako. Saya bekerja sebagai buruh cuci kadang penghasilannya tidak cukup untuk membiayai keluarga, sementara suami saat ini sedang sakit,” ungkap Wulandari.
Wulandari yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dan buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan tersebut mengatakan bantuan sembako itu dapat mencukupi kebutuhan keluarganya untuk beberapa hari ke depan. Selain dirinya, sejumlah warga kurang mampu lainnya juga merasakan manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
Melalui kegiatan ini, Serikat Karyawan Perhutani KPH Gundih mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan dengan menjaga kelestarian hutan.
Sebelum pembagian sembako dan bibit jati, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan prosesi potong tumpeng, dan diakhiri dengan tausiah dari tokoh agama setempat yang digelar di Aula Kantor Perhutani KPH Gundih.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
