GROBOGAN,iNewsBoyolali.id- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madoh menggelar tradisi wiwitan dan doa bersama, Kamis (15/1). Kegiatan yang dipusatkan di lokasi tebangan A2 Petak 193i, RPH Juruggesing ini dilakukan sebagai simbol dimulainya aktivitas pengelolaan hutan di wilayah tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Madoh beserta jajaran karyawan, perwakilan Masyarakat Desa Hutan (MDH), serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Mulyo dari Dusun PP, Desa Ngerandu, Kecamatan Geyer.
Administrator Perhutani KPH Gundih, Haris Setiana, melalui Asper Madoh, Jumali, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan warga setempat.
“Melalui tradisi wiwitan atau kondangan ini, kami berharap terjalin kebersamaan dan kerja sama yang baik antara BKPH Madoh dengan masyarakat dalam menjaga serta mengelola hutan secara berkelanjutan,” ujar Jumali.
Ia menambahkan, doa bersama ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus permohonan agar seluruh kegiatan tebangan diberikan keselamatan, kelancaran, serta keamanan bagi seluruh pekerja di lapangan. "Kami berharap apa yang dikerjakan nanti membawa manfaat bagi semua pihak," imbuhnya.
Ketua LMDH Jati Mulyo, Mbah Rebo, menyampaikan apresiasinya kepada pihak Perhutani KPH Gundih. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap aspek pekerjaan di hutan sangat berarti bagi warga desa.
“Kami berterima kasih karena Perhutani selalu melibatkan kami. Semoga kerja sama ini terus terbangun dengan baik. Dengan adanya doa bersama ini, selain memohon keselamatan, rasa kekeluargaan antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat sekitar hutan juga semakin erat,” pungkas Mbah Rebo.
Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol kerukunan antara pengelola hutan dan masyarakat desa hutan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
