Ban Belakang Pecah, Truk Boks Terguling di JLS Salatiga
SALATIGA, iNewsBoyolali.id – Sebuah truk boks Mitsubishi Diesel terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Jembatan Randuacir, bawah PT SCI, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.
Kecelakaan tunggal tersebut diduga dipicu pecahnya ban belakang sebelah kanan truk. Akibatnya, kendaraan kehilangan keseimbangan hingga oleng dan akhirnya terguling di badan jalan.
Truk bernomor polisi AD 9533 LA itu dikemudikan W (66), warga Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk semula melaju dari arah Tingkir menuju Kumpulrejo melalui JLS Salatiga. Saat melintas di kawasan Jembatan Randuacir, tiba-tiba ban belakang sebelah kanan kendaraan pecah.
Pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga truk kehilangan keseimbangan dan terguling.
Beruntung, pengemudi berhasil selamat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut. Meski demikian, truk mengalami kerusakan cukup parah.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika ban belakang truk mengalami pecah saat melintas di lokasi kejadian.
"Kecelakaan bermula saat truk boks melaju dari arah Tingkir menuju Kumpulrejo. Sesampainya di lokasi kejadian, ban belakang sebelah kanan kendaraan pecah sehingga pengemudi kehilangan kendali dan truk akhirnya terguling," jelas Henry.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," imbuhnya.
Mendapat laporan kecelakaan, petugas Satlantas Polres Salatiga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi juga mengamankan barang bukti serta melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Henry mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar laik jalan sebelum digunakan.
"Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat sangat penting, terutama kondisi ban, tekanan angin, sistem pengereman serta komponen keselamatan lainnya. Jangan memaksakan kendaraan beroperasi apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan," tegasnya.
Dia juga mengingatkan pengemudi kendaraan besar agar menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan muatan kendaraan, terlebih saat melintasi jalur JLS Salatiga.
"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu tertib berlalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan," pungkasnya.
Editor: Tata Rahmanta