Imbas Situasi Timur Tengah Memanas, 110 Jemaah Umrah NU Boyolali Tunda Keberangkatan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Boyolali, Bilal Faris Al Muhtari, menyatakan pihaknya belum menerima laporan spesifik mengenai jemaah umrah asal Boyolali yang tertahan di Arab Saudi akibat situasi keamanan tersebut.
"Dari data saat ini, kami belum menerima laporan spesifik apakah masih ada jemaah kita yang berada di Arab Saudi. Namun, Kemenhaj RI telah mengeluarkan imbauan agar jemaah yang masih berada di sana senantiasa menaati ketentuan dan pengumuman dari otoritas setempat," ujar Bilal, Senin (19/10/2026).
Bilal juga membenarkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah berdampak terhadap jadwal penerbangan, terutama penerbangan menuju Riyadh yang mengalami penutupan sementara.
Menurut dia, pembatalan maupun penundaan penerbangan oleh maskapai berimbas langsung pada jadwal keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia.
"Demi keamanan, pihak maskapai telah melakukan pembatalan dan penundaan penerbangan. Jika maskapai sudah menunda, mau tidak mau jadwal keberangkatan jemaah pasti akan ikut tertunda," jelasnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas jemaah karena pemberangkatan umrah dari Indonesia biasanya berlangsung hampir setiap hari.
Meski demikian, Bilal menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Kemenhaj RI juga telah mengeluarkan imbauan agar jemaah mengikuti arahan dan pengumuman resmi dari otoritas setempat.
Bilal meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang serta tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi dari sumber resmi agar memperoleh perkembangan situasi yang akurat.
Editor: Tata Rahmanta