Imbas Situasi Timur Tengah Memanas, 110 Jemaah Umrah NU Boyolali Tunda Keberangkatan
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Sebanyak 110 calon jemaah umrah yang tergabung dalam rombongan Umrah Akbar KBIHU NU Boyolali harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang belum stabil. Jadwal keberangkatan yang semula ditetapkan pada 13 Oktober 2026 diundur menjadi 10 November 2026.
Penundaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan jemaah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menyusul insiden pengeboman di Bandara Riyadh, Arab Saudi.
Sekretaris KBIHU NU Boyolali, M. Anies Zahroni, membenarkan perubahan jadwal keberangkatan tersebut. Keputusan diambil setelah melalui rapat koordinasi antara Biro Travel El-Ghazali, KBIHU NU Boyolali, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali, serta perwakilan calon jemaah.
"Setelah melalui rapat koordinasi yang cukup panjang, kami memutuskan keberangkatan Umrah Akbar dijadwalkan ulang. Situasi di Timur Tengah yang belum stabil menjadi pertimbangan utama," jelas Anies, Senin (19/10/2026).
Menurut Anies, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. Penundaan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab penyelenggara dalam melindungi calon jemaah, sesuai prinsip hifdzun nafsi atau menjaga jiwa.
Anies memastikan perubahan jadwal keberangkatan tidak akan membebani calon jemaah dengan biaya tambahan. Seluruh fasilitas dan hak yang telah disepakati sejak pendaftaran dipastikan tetap diberikan sesuai perjanjian awal.
"Kami pastikan tidak ada perubahan biaya. Hak-hak jemaah tetap terjamin, tidak akan berkurang, tidak akan hilang, dan semuanya tetap sesuai dengan kesepakatan awal pada saat pendaftaran," tegasnya.
Pihak KBIHU NU Boyolali juga meminta para calon jemaah untuk tetap tenang dan bersabar menyikapi perubahan jadwal tersebut. Jemaah diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber maupun kepastian kebenarannya.
Anies meminta calon jemaah selalu menjalin komunikasi dengan pengurus KBIHU NU Boyolali maupun Biro Travel El-Ghazali untuk mendapatkan informasi resmi mengenai perkembangan situasi dan jadwal keberangkatan terbaru.
"Kami mengimbau jemaah untuk tetap bersabar dan menyikapi keputusan ini dengan bijaksana. Mohon selalu berkoordinasi dengan pengurus KBIHU NU Boyolali maupun Biro Travel El-Ghazali guna memperoleh informasi resmi dan perkembangan terbaru," tuturnya.
Editor: Tata Rahmanta