Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Imbas Situasi Timur Tengah Memanas, 110 Jemaah Umrah NU Boyolali Tunda Keberangkatan

Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:57 WIB
  • author Tata Rahmanta
Imbas Situasi Timur Tengah Memanas, 110 Jemaah Umrah NU Boyolali Tunda Keberangkatan
Jemaah umrah mengenakan pakaian ihram saat bersiap berangkat ke Makkah. Foto: Ilustrasi

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Sebanyak 110 calon jemaah umrah yang tergabung dalam rombongan Umrah Akbar KBIHU NU Boyolali harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang belum stabil. Jadwal keberangkatan yang semula ditetapkan pada 13 Oktober 2026 diundur menjadi 10 November 2026.

Penundaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan jemaah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menyusul insiden pengeboman di Bandara Riyadh, Arab Saudi.

Sekretaris KBIHU NU Boyolali, M. Anies Zahroni, membenarkan perubahan jadwal keberangkatan tersebut. Keputusan diambil setelah melalui rapat koordinasi antara Biro Travel El-Ghazali, KBIHU NU Boyolali, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali, serta perwakilan calon jemaah.

"Setelah melalui rapat koordinasi yang cukup panjang, kami memutuskan keberangkatan Umrah Akbar dijadwalkan ulang. Situasi di Timur Tengah yang belum stabil menjadi pertimbangan utama," jelas Anies, Senin (19/10/2026).

Menurut Anies, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. Penundaan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab penyelenggara dalam melindungi calon jemaah, sesuai prinsip hifdzun nafsi atau menjaga jiwa.

Anies memastikan perubahan jadwal keberangkatan tidak akan membebani calon jemaah dengan biaya tambahan. Seluruh fasilitas dan hak yang telah disepakati sejak pendaftaran dipastikan tetap diberikan sesuai perjanjian awal.

"Kami pastikan tidak ada perubahan biaya. Hak-hak jemaah tetap terjamin, tidak akan berkurang, tidak akan hilang, dan semuanya tetap sesuai dengan kesepakatan awal pada saat pendaftaran," tegasnya.

Pihak KBIHU NU Boyolali juga meminta para calon jemaah untuk tetap tenang dan bersabar menyikapi perubahan jadwal tersebut. Jemaah diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber maupun kepastian kebenarannya.

Anies meminta calon jemaah selalu menjalin komunikasi dengan pengurus KBIHU NU Boyolali maupun Biro Travel El-Ghazali untuk mendapatkan informasi resmi mengenai perkembangan situasi dan jadwal keberangkatan terbaru.

"Kami mengimbau jemaah untuk tetap bersabar dan menyikapi keputusan ini dengan bijaksana. Mohon selalu berkoordinasi dengan pengurus KBIHU NU Boyolali maupun Biro Travel El-Ghazali guna memperoleh informasi resmi dan perkembangan terbaru," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Boyolali, Bilal Faris Al Muhtari, menyatakan pihaknya belum menerima laporan spesifik mengenai jemaah umrah asal Boyolali yang tertahan di Arab Saudi akibat situasi keamanan tersebut.

"Dari data saat ini, kami belum menerima laporan spesifik apakah masih ada jemaah kita yang berada di Arab Saudi. Namun, Kemenhaj RI telah mengeluarkan imbauan agar jemaah yang masih berada di sana senantiasa menaati ketentuan dan pengumuman dari otoritas setempat," ujar Bilal, Senin (19/10/2026).

Bilal juga membenarkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah berdampak terhadap jadwal penerbangan, terutama penerbangan menuju Riyadh yang mengalami penutupan sementara.

Menurut dia, pembatalan maupun penundaan penerbangan oleh maskapai berimbas langsung pada jadwal keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia.

"Demi keamanan, pihak maskapai telah melakukan pembatalan dan penundaan penerbangan. Jika maskapai sudah menunda, mau tidak mau jadwal keberangkatan jemaah pasti akan ikut tertunda," jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas jemaah karena pemberangkatan umrah dari Indonesia biasanya berlangsung hampir setiap hari.

Meski demikian, Bilal menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Kemenhaj RI juga telah mengeluarkan imbauan agar jemaah mengikuti arahan dan pengumuman resmi dari otoritas setempat.

Bilal meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang serta tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi dari sumber resmi agar memperoleh perkembangan situasi yang akurat.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut