get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur Lemhannas di PKKMB UNS: Kecerdasan Tanpa Integritas Bisa Jadi Ancaman Bangsa

Kembangkan Metode YTSST untuk Sepak Takraw, Andhica Harfie Herawan Raih Gelar Doktor di UNS

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:22 WIB
header img
Andhica Harfie Herawan meraih gelar Doktor melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan UNS. Foto: Ist.

SOLO, iNewsBoyolali.id – Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kembali mencatatkan prestasi akademik melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan. Andhica Harfie Herawan berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang berlangsung di Aula Fakultas Keolahragaan UNS.

Dalam ujian yang berlangsung pada (19/8/2026), Andhica Harfie Hermawan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dengan predikat sangat memuaskan. Dengan capaian tersebut, Andhica tercatat sebagai Doktor ke-37 Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan UNS dan Doktor ke-1.323 Universitas Sebelas Maret.

Ujian terbuka promosi doktor dilaksanakan di hadapan tim penguji yang terdiri atas Dr. Rony Syaifullah, S.Pd., M.Pd.; Febriani Fajar Ekawati, S.Pd., M.Or., Ph.D.; Prof. Dr. Mohammad Furqon Hidayatullah, M.Pd.; Prof. Dr. Muchsin Doewes, DR., SU., AIFO., MARS.; Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd.; Dr. R. Isnanta, M.Pd.; dan Dr. Slamet Riyadi, S.Pd., M.Or.

Dalam disertasinya, Andhica mengangkat kajian mengenai pengembangan YTSST (Young Takraw Specific Skill Test) sebagai pedoman komprehensif untuk memahami, mengukur, dan mengevaluasi keterampilan dalam cabang olahraga sepak takraw. khususnya di kelompok umur 12-16 tahun.

Andhica Harfie Herawan mengatakan, YTSST dikembangkan sebagai instrumen yang dapat membantu mengidentifikasi dan mengukur keterampilan sepak takraw dengan mempertimbangkan karakteristik permainan yang dinamis.

“YTSST – Young Takraw Specific Skill Test sebagai pedoman komprehensif untuk memahami, mengukur, dan mengevaluasi tes keterampilan sepak takraw. Melalui buku ini, pembaca diajak mengenali tes keterampilan sepak takraw yang sesuai dengan keadaan permainan yang selalu bergerak atau berubah,” jelas Andhica dalam keterangannya, Minggu (22/8/2026). 

Ia menerangkan, dalam permainan sepak takraw terdapat sejumlah aspek kebutuhan fisik yang menjadi bagian penting dalam mendukung performa atlet. Aspek tersebut meliputi daya ledak otot tungkai, fleksibilitas, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan.

Selain aspek fisik, YTSST juga membedakan karakteristik keterampilan menjadi close skill dan open skill. Close skill merupakan keterampilan yang dilakukan dalam kondisi lingkungan yang relatif stabil dan dapat diprediksi. Sementara open skill merupakan keterampilan yang dilakukan dalam lingkungan yang selalu berubah dan tidak dapat diperkirakan.

“Contoh dari keterampilan open skill adalah penerimaan servis sepak takraw. Atlet harus mampu merespons kondisi permainan yang terus berubah,” ungkapnya.

Menurut Andhica, pengembangan YTSST tidak hanya memberikan landasan teoritis mengenai instrumen tes keterampilan, tetapi juga dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan yang sistematis.

“Buku ini juga menyajikan petunjuk pelaksanaan tes yang sistematis untuk menilai keterampilan tersebut, dilengkapi alat, prosedur, serta kriteria pelaksanaan. Tes ini bermanfaat bagi pelatih, atlet, dan praktisi olahraga dalam memantau perkembangan keterampilan,” katanya.

Ia menambahkan, instrumen tersebut diharapkan dapat membantu pelatih dan praktisi olahraga dalam melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan atlet sekaligus menjadi bagian dari proses penyusunan dan evaluasi program latihan.

“Pada akhirnya, YTSST tidak hanya menjadi kumpulan instrumen tes, melainkan juga sarana untuk evaluasi program latihan dan keterampilan anak atau atlet sepak takraw,” imbuh Andhica.

Kontribusi bagi Pengembangan Sepak Takraw

Pengembangan YTSST menjadi salah satu kontribusi akademik Andhica Harfie Heraawan dalam bidang ilmu keolahragaan. Instrumen tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi proses pembinaan dan pengembangan atlet sepak takraw, khususnya dalam menyediakan metode pengukuran keterampilan yang sistematis dan terukur.

Keberhasilan Andhica menyelesaikan pendidikan doktor dengan IPK 3,97 dan predikat sangat memuaskan sekaligus menambah daftar doktor yang dihasilkan Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan UNS.

Andhica Harfie Herawan menjadi Doktor ke-37 dari Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan UNS serta Doktor ke-1.323 UNS. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Keolahragaan UNS dalam menghasilkan lulusan doktor yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga, khususnya cabang olahraga sepak takraw.

Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, Andhica Harfie Herawan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu keolahragaan serta pembinaan prestasi sepak takraw melalui penelitian, pengembangan instrumen, dan penerapan ilmu di bidang olahraga.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut