get app
inews
Aa Text
Read Next : Boyolali Siaga Kemarau, 9 Kecamatan Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Kemarau 3 Bulan, Warga Blora Serbu Bantuan Air Bersih

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:38 WIB
header img
Warga antri bantuan air bersih dari BBWS Pamali Juwana Semarang. Foto: iNews

BLORA, iNewsBoyolali.id - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, selama sekitar tiga bulan membuat warga di sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih

Saat bantuan air bersih datang, warga langsung menyerbu untuk mendapatkan pasokan air.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Purwosari. Sejak Juni, warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga harus mencari air dari sumur sawah yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. 

Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air bersih dengan harga sekitar Rp 150 ribu untuk satu tangki berkapasitas 5.000 liter.

Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih yang dikirim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana langsung diserbu warga. 

Dalam waktu singkat, air bantuan langsung habis dibagikan kepada masyarakat.

Sutini, salah seorang warga, mengaku bantuan air tersebut sangat membantu di tengah sulitnya mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

"Jauh jaraknya kalau cari air, harus ke sumur yang ada di sawah sawah. Dapat bantuan ya seneng", Ungkapnya, Sabtu (8/8).

Kepala Desa Purwosari Anissa Widhy Rumdani mengatakan dampak kemarau tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga menyebabkan lahan pertanian di desanya mengalami kekeringan.

"Hampir seluruh pertanian di desa kami terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih dari pemerintah melalui BBWS Pamali Juana, Pemkab Blora melalui DPUPR dan BPBD bisa terus berlanjut," kata Anissa.

Menurutnya, bantuan air bersih sangat dibutuhkan warga karena sebagian sumber air di wilayahnya mulai mengering.

Sementara itu, Satgas Bencana Kekeringan BBWS Pamali Juana Kholiq Maulana mengatakan pihaknya telah mendistribusikan sekitar 440 ribu liter air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami krisis air.

Dari total bantuan tersebut, Kabupaten Blora mendapatkan sekitar 196 ribu liter air bersih. Blora menjadi salah satu daerah yang mendapatkan distribusi air cukup besar karena termasuk wilayah yang terdampak kekeringan.

"Blora mendapatkan 196 ribu liter air dan termasuk daerah yang paling banyak terdampak," ujar Kholiq.

Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau, sembari pemerintah melakukan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan.

 

 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut