Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Peduli Warga Kekeringan, Relawan Squad Indonesia Salurkan Air Bersih ke Lereng Merapi Boyolali
Advertisement . Scroll to see content

Gandeng Bank Dunia, BPOB Matangkan 4 Proyek Infrastruktur Dasar Borobudur Highland

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:30 WIB
  • author Kuntadi
Gandeng Bank Dunia, BPOB Matangkan 4 Proyek Infrastruktur Dasar Borobudur Highland
Bank Dunia bersama BPOB meninjau ksiapan empat prioritas strategis di kawasan Borobudur Highland. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) bersama World Bank (Bank Dunia) mematangkan kesiapan empat proyek infrastruktur dasar di kawasan Borobudur Highland. Langkah tersebut diambil guna memastikan kelayakan kawasan sebelum memasuki tahap appraisal program Sustainable and Quality Tourism Development Program (SQTDP).

Kesiapan proyek ini dibahas dalam kunjungan lapangan dan diskusi strategis yang digelar di De Loano Glamping pada Senin (10/8/2026). Pertemuan ini melibatkan tim teknis World Bank, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Pariwisata.

Plt Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menyampaikan bahwa pengusulan empat program infrastruktur dasar melalui skema pinjaman atau hibah luar negeri SQTDP ini telah melalui verifikasi teknis bersama Kementerian PU sejak 2024, meliputi Detail Engineering Design (DED), Readiness Criteria, serta dokumen lingkungan.

“Empat proyek prioritas tersebut mencakup peningkatan akses jalan koridor Pasar Plono hingga Nglinggo/Bukit Ngisis sepanjang 2,47 kilometer, pembangunan jembatan akses utama sepanjang 53,5 meter, pengembangan jaringan jalan internal sepanjang 7 kilometer, serta pembangunan sistem penyediaan air bersih terpadu,” kata Yusuf. 

Kesiapan infrastruktur dasar tersebut diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp1,5 triliun. Aksesibilitas fisik, pasokan air bersih, dan jaringan listrik merupakan prasyarat utama untuk menaikkan kelas investasi kawasan dari skala mikro menuju skala makro.

"Fasilitas pendukung terus dikebut untuk memenuhi standar," katanya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut