BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Video seorang pendaki perempuan yang ditandu saat mendaki Gunung Merbabu, Jawa Tengah, viral di media sosial. Aksi tak biasa yang terjadi pada Selasa (3/11/2026) itu mengundang perhatian warganet karena pendaki tersebut disebut sebagai orang berduit atau orang have.
Salah satu video yang ramai diperbincangkan diunggah akun Instagram @jejakpendaki. Hingga Rabu (4/11/2026), unggahan tersebut telah disukai sekitar 13.000 pengguna dan mendapat 1.500 komentar.
Pendaki perempuan itu diketahui melakukan pendakian melalui jalur Gancik, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Pengelola Basecamp Gancik, Antonabiel, membenarkan adanya layanan pendakian menggunakan tandu tersebut.
Menurut Antonabiel, rombongan itu berasal dari Jawa Barat dan memulai pendakian pada Senin (2/11/2026). Mereka kemudian turun gunung pada Selasa (3/11/2026).
Dalam rombongan tersebut terdapat dua tamu. Satu orang perempuan menggunakan jasa tandu, sedangkan satu orang lainnya melakukan pendakian dengan berjalan kaki.
“Alasannya bukan disabilitas atau apa, itu orang have. Saya tidak bisa membocorkan tamunya siapa, tapi orang have dari Jawa Barat,” kata Antonabiel, Rabu (4/11/2026).
Dia menyebut layanan mengangkut pendaki menggunakan tandu untuk naik dan turun gunung tersebut baru pertama kali dilakukan di Gunung Merbabu. Namun, praktik serupa sudah biasa dijumpai di Gunung Lawu.
Bahkan, tandu yang digunakan untuk mengangkut pendaki perempuan tersebut berasal dari Gunung Lawu. Tandu itu biasanya dipakai untuk mengangkut pendaki naik dan turun menuju kawasan warung Mbok Yem.
“Kru pendakian dari Gancik, kalau penandunya itu dari Lawu,” ujarnya.
Untuk melayani pendakian tersebut, penyedia jasa mengerahkan sembilan orang penandu dan 10 porter. Total ada 19 kru yang terlibat dalam perjalanan tersebut.
Biayanya pun tidak sedikit. Khusus untuk jasa sembilan penandu, tarifnya mencapai lebih dari Rp18 juta. Sementara total pengeluaran, termasuk logistik, porter, pemandu, tenda, fotografer dan kebutuhan lainnya, menembus Rp30 juta.
Antonabiel menambahkan, pendaki yang ingin menggunakan layanan khusus tersebut harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.
“Kalau pendaki menginginkan jasa begitu, harus booking dulu,” pungkasnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
