Kemarau Panjang, Pengrajin Besek di Blora Terpaksa Cari Bahan Baku ke Desa Tetangga

Heri Purnomo
Para Pengrajin Besek di Desa Kedungsatrian, Kecamatan Ngawen, Blora Sedang Menganyam Besek. (Foto : iNews)

BLORA, iNewsBlora.id– Kemarau panjang tak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mengganggu aktivitas para pengrajin anyaman bambu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Sejumlah pengrajin kini kesulitan mendapatkan bahan baku bambu segar karena rumpun bambu jenis ngapus di sekitar tempat tinggal mereka mengalami layu, mengering, bahkan mati.

Kondisi tersebut dirasakan Dian Agus Yulianto, pengrajin besek dan berbagai kerajinan bambu di Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, Blora. Akibat terbatasnya bahan baku, ia terpaksa mencari bambu ngapus hingga ke desa tetangga agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Menurut Dian Agus, bambu yang masih segar sangat dibutuhkan untuk menghasilkan anyaman berkualitas. Sebaliknya, bambu yang sudah kering lebih sulit diolah karena mudah patah saat disisir atau dibelah menjadi bilah-bilah kecil.

“Bambu yang masih segar lebih mudah diolah untuk bahan anyaman. Kalau sudah kering, bambu sering patah saat disisir menjadi bagian-bagian kecil. Karena itu, sekarang kami harus mencari bahan baku sampai ke desa tetangga,” ujar Dian Agus, Senin (2/11)

Meski menghadapi kendala bahan baku, pesanan kerajinan yang diproduksi bersama sekitar 35 ibu rumah tangga tersebut disebut tidak mengalami penurunan.

Melalui usaha Omah Berkah Bambu Barokah, mereka memproduksi beragam kerajinan, mulai dari besek, bakul, tempat lampu, hingga penutup makanan dan berbagai produk anyaman lainnya.

Hasil kerajinan tersebut dipasarkan melalui media online untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Aktivitas produksi pun tetap berjalan di tengah tantangan musim kemarau.

Selain berupaya menjaga keberlangsungan usaha, Dian Agus juga memiliki rencana mengembangkan penanaman bambu bersama dinas terkait di lahan sekitar bantaran sungai.

Penanaman tersebut diharapkan dapat menambah ketersediaan bahan baku sekaligus membantu menjaga kondisi tanah di sekitar aliran sungai agar lebih kuat dan mengurangi risiko longsor saat debit air meningkat.

Para pengrajin berharap musim kemarau segera berakhir sehingga rumpun bambu kembali tumbuh dengan baik dan pasokan bahan baku segar lebih mudah diperoleh.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network