Viral Ada Kebakaran Besar, Ternyata Pertamina Lagi Uji Produksi (Flaring), Warga Sempat Panik
BLORA, iNewsBoyolali.id– Viral di media sosial yang diunggah di Instagram (IG) tentangblora.id, seorang warga yang berhenti ditepi jalan sambil berkata Pertamina Menden kebakaran, padahal Pertamina EP Cepu Field lagi uji produksi (Flaring).
Menurut keterangan Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Tutus Fidiatmoko, Proses pemboran sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu, kini sedang memasuki tahap uji produksi.
Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Eksplorasi Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina di wilayah PT Pertamina EP (PEP) Cepu Field.
Uji produksi merupakan tahapan penting dalam eksplorasi migas untuk mengetahui kandungan serta kemampuan alir gas dari lapisan yang telah dibor.
Hasil uji ini nantinya menjadi dasar evaluasi dalam menentukan potensi serta rencana pengembangan ke depan, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.
Selama proses uji produksi, Pertamina memastikan seluruh kegiatan telah disosialisasikan dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, khususnya warga setempat serta diawasi oleh SKK Migas.
Standar keselamatan dan pengelolaan lingkungan juga diterapkan secara ketat.
Tim Eksplorasi Regional 4 melakukan pemantauan gas hidrogen sulfida (H2S) di area pemboran dan sekitarnya, serta menyiagakan tim tanggap darurat.
Gas hasil uji produksi dibakar melalui flare atau suar bakar untuk meminimalkan dampak seperti asap, bau, dan kebisingan.
Tutus Fidiatmoko, mengatakan proses uji produksi direncanakan berlangsung sekitar lima hari.
“Pembakaran gas atau flaring dilakukan pada pagi hingga petang hari. Aktivitas ini akan terlihat jelas terutama saat sore, dan tidak ada flaring pada malam hari,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, munculnya api dan cahaya dari flare pit merupakan hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas.
Masyarakat pun diminta tidak panik dan tidak mendekati lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga jarak dari area operasi,” tambahnya.
Tutus juga memastikan aspek keselamatan warga dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama.
Pihaknya juga membuka saluran komunikasi dengan masyarakat sekitar agar setiap perkembangan kegiatan dapat tersampaikan dengan baik melalui tokoh maupun perwakilan warga.
Editor : Tata Rahmanta