BLORA, iNewsBlora.id- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora melakukan monitoring dan evaluasi (monev) persiapan tanaman tahun 2026 di petak 58B, RPH Kalonan, BKPH Kalonan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan lokasi siap sebelum proses penanaman dimulai.
Monev dilaksanakan pada Rabu (23/9/2026). Areal yang menjadi sasaran memiliki luas 10,7 hektare dan akan ditanami Jati Plus Perhutani (JPP) SP dengan jarak tanam 3 x 3 meter.
Dalam pengecekan tersebut, jajaran Perhutani memeriksa langsung berbagai persiapan di lapangan. Mulai dari batas areal tanaman, pemasangan pal batas dan plang tanaman, pemasangan acir, hingga kesiapan lubang tanam.
Wakil Administratur/KSKPH Blora, Teguh Yuli Anggoro, mengatakan monev dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan telah sesuai ketentuan sebelum memasuki tahap penanaman.
"Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi tanaman. Persiapan tanaman mulai dari pemasangan pal batas lokasi tanaman, plang tanaman, pemasangan acir, serta pembuatan lubang yang baik sesuai aturan yang ada akan mendukung keberhasilan tanaman," kata Teguh.
Menurutnya, persiapan lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanaman. Monev juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana tahapan persiapan telah dilakukan.
"Dengan monitoring secara langsung, apabila masih terdapat kekurangan di lapangan dapat segera dilakukan perbaikan sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan," ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti Wakil Administratur/KSKPH Blora, Kasi Madya PSDH KPH Blora, Asper/KBKPH Kalonan, KSS PSDH KPH Blora, KRPH Kalonan, Kaur Teknik Kehutanan BKPH Kalonan, serta mandor tanam.
Sementara itu, Ketua KTH Sido Mulyo Desa Tinapan, Loso, menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan penanaman di lokasi tersebut.
"Kami siap membantu dalam pelaksanaan kegiatan dan menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik demi keberhasilan tanaman sekaligus menjaga kelestarian hutan," kata Loso.
Perhutani berharap persiapan yang dilakukan secara matang dapat mendukung keberhasilan tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan dan kelestarian kawasan hutan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
