BLORA, iNewsBlora.id – Kenaikan harga tepung terigu mulai membebani pelaku usaha kue rumahan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Lonjakan harga bahan baku membuat perajin harus menaikkan harga jual produk agar tetap bisa menutup biaya produksi.
Salah satu perajin kue di Dusun Dumpul, Desa Kamolan, Sudartik, mengaku harus memutar strategi agar usahanya tetap bertahan di tengah kenaikan harga tepung terigu.
Ia terpaksa menaikkan harga sejumlah produknya. Kue bolen yang sebelumnya dijual Rp2.500 per buah kini menjadi Rp3.000. Sementara bolang-baling kemasan satu kardus berisi delapan buah dijual Rp10.000.
"Penggunaan tepung ada penurunan. Sebelumnya perhari 60 sak, sekarang hanya 50 sak. Ini yterjadi di tiga bulanan ini", Sudartik, Sabtu (7/11).
Sudartik telah menjalankan usaha pembuatan kue bolen dan bolang-baling selama sekitar tiga tahun. Dalam sehari, ia membutuhkan hampir 100 kilogram tepung terigu untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar membuat kenaikan harga tepung cukup berdampak terhadap biaya operasional usahanya.
Harga tepung terigu yang sebelumnya Rp215.000 per karung kini naik menjadi Rp238.000 per karung. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp23.000 untuk setiap karung.
" Dengan naikmya harga tepung, yang pertama harus menghitung harga jual. Karena kalau tetap menjual harga lama itu tidak bisa. Yang kedua inovasi produk, artinya tidak hanya satu produk untk menyiasatinya",Jelasnya.
Kondisi tersebut membuat para perajin harus menyesuaikan perhitungan biaya produksi agar usaha tetap berjalan. Di sisi lain, kenaikan harga jual juga perlu mempertimbangkan daya beli konsumen.
Sudartik berharap pemerintah turun tangan untuk membantu menstabilkan harga tepung terigu. Pasalnya, bahan baku tersebut menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang produksi makanan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
