Suyadi meminta Satgas MBG Kabupaten Boyolali maupun koordinator wilayah yang membawahi pelaksanaan program untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Boyolali telah berkoordinasi dengan dinas terkait dan berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan, mulai dari pengolahan makanan hingga proses distribusi kepada penerima manfaat, telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
"Kami berencana melakukan inspeksi bersama dinas terkait ke beberapa SPPG. Kami ingin memastikan, apakah SPPG ini sudah menjalankan SOP dengan benar atau belum," tegasnya.
Suyadi menegaskan DPRD tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan dalam pelaksanaan program.
Namun, menurutnya, pengawasan dan evaluasi harus diperketat untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa dan santri benar-benar aman dikonsumsi.
Terlebih, respons berupa penolakan terhadap program MBG mulai muncul tidak hanya di Boyolali, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
