Aksi kemanusiaan ini bermula dari informasi di media sosial. Salah satu relawan, Hari Saryono, mengaku tergugah setelah melihat unggahan warga mengenai sulitnya mendapatkan air bersih dan kondisi masyarakat yang terpaksa memanfaatkan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari.
Tak sampai 30 menit, seluruh air dari empat tangki tersebut habis diserbu warga. Warga pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi krisis air bersih yang semakin parah.
Warga mengaku, selama tiga bulan terakhir mengalami krisis air bersih, bantuan dropping air dari BPBD baru diterima satu kali. Kini, mereka masih menggantungkan harapan kepada bantuan para relawan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
