Krisis Air 3 Bulan, Ratusan Warga Ketro Grobogan Serbu Tangki Air dari Relawan Sragen

Rustaman Nusantara
Ratusan Warga Desa Ketro, Grobogan Berebut Air Bersih dari Relawan Mojo Bersatu Sragen. Foto: iNews

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Ratusan warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, rela berdesakan dan saling berebut air bersih yang didistribusikan relawan asal Sragen. Krisis air bersih yang telah berlangsung berbulan-bulan membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Empat truk tangki berisi air bersih dari relawan Mojo Bersatu Sragen tiba di Desa Ketro dan langsung diserbu warga dari sejumlah dusun. Air kemudian didistribusikan di empat titik berbeda. Warga yang sejak beberapa jam sebelumnya telah mengantre dengan membawa jeriken dan galon, langsung bergegas mengisi wadah mereka saat air mulai diturunkan.

Salah seorang warga Dusun Kangkungan, Desa Ketro, Surati, mengaku krisis air bersih telah terjadi selama sekitar enam bulan. Namun, kondisi semakin parah dalam tiga bulan terakhir setelah sumur warga dan aliran sungai mengering.

Untuk mendapatkan air, warga terpaksa menempuh perjalanan lebih dari lima kilometer menuju satu-satunya sumber mata air yang masih tersedia. Bahkan, warga harus membayar Rp500 untuk setiap jeriken air yang diambil.

“Sekarang sungai dan sumur sudah kering. Jadi terpaksa mencari air jauh, lebih dari lima kilometer. Karena jauh, saya mengambil 19 jeriken untuk kebutuhan empat sampai lima hari,” ujar Surati.

Ia menambahkan, sebelumnya warga juga harus mengantre hingga sehari semalam untuk mendapatkan beberapa jeriken air dari sumber yang masih tersisa.

Melihat kondisi tersebut, relawan Mojo Bersatu Sragen bergerak setelah melakukan survei ke lokasi. Ketua relawan Mojo Bersatu, Ikhwan, mengatakan kondisi kekeringan di Desa Ketro sangat memprihatinkan sehingga pihaknya memutuskan mengirimkan empat tangki air ke empat titik.

“Kami melihat langsung kondisi warga yang sangat membutuhkan. Karena itu, kami mengirim empat tangki air bersih. Kami siap membantu siapa pun dan di mana pun selama memang membutuhkan air bersih,” kata Ikhwan.

Aksi kemanusiaan ini bermula dari informasi di media sosial. Salah satu relawan, Hari Saryono, mengaku tergugah setelah melihat unggahan warga mengenai sulitnya mendapatkan air bersih dan kondisi masyarakat yang terpaksa memanfaatkan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari.

Tak sampai 30 menit, seluruh air dari empat tangki tersebut habis diserbu warga. Warga pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi krisis air bersih yang semakin parah.

Warga mengaku, selama tiga bulan terakhir mengalami krisis air bersih, bantuan dropping air dari BPBD baru diterima satu kali. Kini, mereka masih menggantungkan harapan kepada bantuan para relawan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network