BLORA,iNewsBoyolali.id – Krisis air bersih melanda warga Desa Tobo, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sudah tiga bulan warga kesulitan mendapatkan air bersih hingga rela mencari air ke luar desa.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Blora langsung diserbu warga. Dua truk tangki air yang disalurkan PMI bahkan ludes dalam waktu kurang dari satu jam.
Warga mengaku harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer ke luar desa untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini semakin menyulitkan karena Desa Tobo berada di wilayah pinggiran hutan.
Salah seorang warga, Endang, berharap bantuan air bersih terus disalurkan selama krisis air masih terjadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Blora, Eko Wahyudi, mengatakan pihaknya terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
"Sudah sebanyak 46 tangki air bersih kami salurkan ke beberapa desa. Bantuan akan terus dilakukan karena permintaan dari masyarakat cukup banyak," ujar Eko.
Menurutnya, PMI Blora masih menerima banyak permintaan distribusi air bersih dari masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD Blora, terdapat 149 desa yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung karena musim kemarau diprediksi terjadi hingga November 2026.
Pemerintah dan sejumlah lembaga pun terus didorong memperkuat distribusi air bersih, terutama ke wilayah yang berada di kawasan rawan kekeringan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
