GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kebakaran terjadi saat pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk menonton perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik setelah mengetahui seorang anak dengan keterbelakangan mental masih berada di dalam rumah dan terkunci di dalam kamar.
Api pertama kali terlihat membesar dari rumah milik Jami. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah milik Sanuri yang berada di dekatnya.
Kepanikan semakin menjadi ketika pemilik rumah mengetahui anaknya masih berada di dalam kamar. Ia menangis histeris sambil berteriak meminta pertolongan karena khawatir anaknya terjebak dalam kobaran api.
Beruntung, tiga warga segera memberanikan diri masuk ke dalam rumah. Mereka mendobrak pintu rumah dan kamar hingga berhasil menemukan serta mengevakuasi korban dalam kondisi selamat.
Ruswanto, salah seorang warga, mengaku langsung berteriak meminta warga lainnya membantu setelah melihat kobaran api dari rumah Jami. Bersama dua warga lainnya, ia kemudian berusaha menyelamatkan korban yang masih terkunci di dalam kamar.
“Saya kan waktu kejadian ada di rumah dan melihat api di atas rumah mereka, tanpa pikir panjang saya berteriak kebakaran dan 2 warga lainnya ikut saya dobrak pintu untuk selamatkan anaknya yang keterbelakangan mental. Waktu itu ia dikunci ibunya di dalam kamar, “ jelas Ruswanto.
Rumah Ruswanto juga sempat terdampak kobaran api. Sebagian atap dan dinding rumahnya ikut tersambar, namun api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke seluruh bangunan.
“ Rumah saya kan berdekatan dengan rumah mereka jadi juga ikut terbakar tapi beruntung bisa diatasi jadi Cuma kena sedikit atapnya, “ tambahnya.
Sementara itu, warga lainnya, Sintawati, mengaku sempat melihat pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk menonton pertandingan voli. Saat itu, anak pemilik rumah yang mengalami keterbelakangan mental ditinggalkan sendirian dan berada di dalam kamar yang terkunci.
“ Anaknya memang sudah biasa dikunci si kamar karena sering keluar tanp sepengetahuan keluarganya. Sayalihat api berasal dari dapur,” jelasnya.
Sebelum kejadian, Jami diketahui sedang menyalakan kompor untuk menghangatkan makanan pentol yang akan dijual keesokan paginya. Diduga, kompor tersebut lupa dimatikan hingga akhirnya memicu kebakaran.
“Waktu itu warga sedang adakan pertandingan voli untuk memeriahkan HUT RI, jadi penghuni pada nonton kesana. Tapi sebelum nonton, pemilik rumah menyalakan kompor untuk menghangatkan pentol untuk dijual besok,”
Dalam waktu sekitar 15 menit, api membesar dan menghanguskan dua rumah yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu jati. Kedua rumah tersebut akhirnya ludes terbakar.
Petugas pemadam kebakaran yang menerjunkan tiga unit mobil sempat mengalami kendala karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Petugas bahkan harus bergantian mencari dan mengambil air dari sumber terdekat untuk memadamkan kobaran api.
Setelah sekitar tiga jam, api dan bara yang tersisa akhirnya berhasil dipadamkan. Sementara itu, pemilik rumah masih mengalami syok dan sesak napas setelah berusaha mendekati rumahnya saat kebakaran berlangsung.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kabel dan kompor yang diduga berkaitan dengan sumber api.
Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kompor yang lupa dimatikan. Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga ludes terbakar dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Beruntung, anak yang sempat terjebak di dalam kamar berhasil dievakuasi warga sebelum api menghanguskan seluruh bagian rumah.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
